Halaman

18 Okt 2021

Siraul Nan Ebat Sebut Menpora Tak Dikenal Publik Sebelum Indonesia Juara Piala Thomas

Penulis buku calon terkenal Rekreasi Hati  viral di internet. Siraul Nan Ebat, sang penulis, menyebut Menpora tak dikenal publik sebelum Indonesia juara Piala Thomas. Postingan di Facebooknya tersebut membuat netijen murka. 


"Bukannya memberi dukungan, support, pujian, eh malah komennya cenderung nyinyir mencibir," kata pemilik akun Facebook Anton YR. 


"Berkoar-koar bicara ide dan konsep bernegara, nama Menpora saja tak tahu," komentar menohok Wak Kanda, seorang peternak akun yang juga pegiat anti mesum. 


"Penulis calon terkenal? Begini nih, caranya jadi terkenal?" Tak ketinggalan, seorang alumnus kolam yang tak ingin disebutkan namanya turut memberi komentar sengit. 


"Dasar pansos!"


"Jangan ada yang beli bukunya!"


"Boikot!"


Dan puluhan komentar sengit netijen lainnya membanjiri lini masa Twitter tadi malam. 


Sebelumnya, penulis buku calon terkemal tersebut mengomentari keberhasilan Indonesia merebut kembali Piala Thomas setelah hampir dua dekade lepas dari jangkauan. "Sebelum Indonesia juara (Thomas Cup), siapa yang kenal dengan Menpora? Padahal di jaman dialah Indonesia kembali berhasil merebut Piala Thomas. Indonesia dipercaya menyelenggarakan Formula E. Bahkan Indonesia juga dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-23 dua tahun lagi. Selamat! Keren, Pak Jainudin Ngaciro!" tulisnya di lini masa Facebook. 


Postingannya tersebutlah yang memancing amukan netijen. Sampai artikel ini diturunkan, awak HAlo Selebriti masih belum berhasil menghubunginya. Akunnya mungkin sedang di-maintenance ... karena kegagalan Arsenal mengalahkan Crystal Palace barusan. 

13 Sep 2021

The Convenient Marriage



Gambar nyomot di Goodreads

Elizabeth, Charlotte dan Horatia adalah putri dari keluarga Winwood. Lizzy, si sulung terkenal sangat cantik. Charlotte, juga cantik, walau tak secantik sang kakak. Sebaliknya, Horry, si bungsu yang baru berumur 17 tahun adalah anti tesis keduanya. Sudahlah tak cantik, alisnya tak bisa melengkung, pendek dan gagap pula. 


Tibalah saat Lord Rule, seorang bangsawan kaya melamar si sulung. Lamaran yang harus diterima, demi menyelamatkan keluarga mereka yang terancam bangkrut, karena hutang kakak laki-laki mereka yang hobi berjudi. Sayangnya, Lizzy sudah punya seorang pacar yang masa depannya masih abu-abu. Walau begitu dia siap berkorban. Siap putus dengan pacar, dan berencana menerima lamaran sang bangsawan. 


Tapi, Horatia Winwood, si bungsu mengobrak-abrik kesepakatan mereka. Karena sangat menyayangi kakaknya, Lizzy dan iba terhadap pacarnya. Plus, karena sadar Carlotta, si tengah yang tak sudi berkorban, si bungsu bermanuver. Diam-diam anak bau kencur itu mendatangi sang bangsawan dan meminta dilamar. Bukan itu saja. Dengan tak tahu malunya, minta dilunasi utang judi sang kakak. Sudah begitu minta tolong pula agar pacar Lizzy dibantu keuangan dan promosi dalam karirnya. Yang ajaib, ternyata sang bangsawan menyanggupi dan menyetujui semuanya.   Termasuk tentu saja, menerima permintaan si bungsu agar menikahinya. 


Tamat? Ehhh, ini bahkan belum sampai halaman 40, dari total 373 halaman bukunya. Baru opening. Saya bahkan tak sanggup meraba-raba konflik seperti apa yang ditulis Mrs. Heyer dalam bukunya kali ini. Sekali lagi, dia terkenal sebagai penulis multi genre. Siapa tahu? Bisa saja ini malah bukan buku romance, tapi misteri atau petualangan? Sekali lagi, Mrs. Heyer pamer keahliannya. Kali ini soal opening yang menggemaskan. 


12 Sep 2021

Lady of Quality

Gambar comot di Goodreads

Saya pertama mengenal Georgette Heyer pertengahan Juni lalu. Tak diragukan lagi, saya pun menobatkannya sebagai idola baru. Karya-karyanya sungguh menginspirasi. "Kok bisa ya? Kenapa saya tak bisa menulis seperti dia?" Dan hasilnya pun langsung terlihat. Blog yang sudah terbengkalai hampir 3 tahunan semarak lagi. 


Dia jelas bersalah, karena selalu mengintervensi setiap saya membaca bukunya. Setiap baca satu halaman, saya berhenti karena mendapat satu ide. Baca lagi, nemu ide baru lagi. Dan begitu seterusnya. 


Beberapa referensi mengatakan  Mrs. Heyer adalah penulis multi genre. Dalam A Lady in Disguise dia pamer kemampuannya menciptakan konflik yang ruwet, tapi tetap alami. Tak ada plot penting atau menegangkan yang dibuat dengan mengandalkan faktor kebetulan, layaknya plot di sinetron-sinetron lokal kita. Semuanya sangat natural ... tapi ruwet. Bayangkan, dalam satu novelnya saja satu tokoh bisa terlibat dalam berbagai konflik. Kabur dari sebuah usaha perjodohan, terjebak peristiwa pencurian berlian, kasus pembunuhan dan sambil membantu sebuah usaha kawin lari. Saking menghiburnya, begitu tamat saya langsung ulang baca. Keren abis. 


Buku berikutnya Lady of Quality. Mrs. Heyer pamer skill modus dan nge-bucin. Tentu saja tetap sambil menghadirkan konflik asmara yang unik. Lagi-lagi saya teringat konflik asmara Bang Uyan dan Mak Juki dalam sinetron Para Pencari Tuhan-nya Wahyu HS. Saking yakinnya akan mampu mendapatkan Mak Juki yang terus menolak, Bang Uyan menebar undangan, memanggil penghulu, bahkan sampai memasang tenda resepsi untuk pernikahan mereka. Dan tentu saja dengan rayu dan gombalan yang meneror keteguhan hati Mak Juki. 


"Tiap hari kau mondar-mandir di hadapanku, sampai aku jatuh cinta. Lalu seenaknya saja kau menolakku. Mana bisa begitu!" protes Bang Uyan. 


Dalam Lady of Quality pun begitu. Mr. Carleton yang dikenal seantero London sebagai playboy ulung, kasar, tak punya sopan santun. Bahkan tak satupun ada jenis yang baik dalam dirinya. Tak seorangpun, baik keluarga, para pelayan dan kenalan Miss Wychwood yang setuju mereka berhubungan. Setiap pertemuan keduanya juga selalu saling mencaci dan mencela. Ajaibnya, juga tak seorang pun mereka yang sanggup mengatakan ketidaksetujuannya saat Mr. Carleton menyampaikan maksudnya melamar Miss Wychwood. Semua setuju, walau sambil bingung, kenapa mereka setuju. Mr. Wychwood sang kakak bahkan setuju sambil memaki sang pelamar. "Aku harus memperjelasnya kepadamu, Carleton! Bayangan tentang pernikahan adikku dengan seorang pria bereputasi sepertimu sungguh menjijikkan bagiku."


Pun begitu dengan Miss Wychwood sendiri. Dia menerima dalam kebingungannya. 


"Kau telah sangat terbiasa dengan keadaan lajangmu, sehingga mengubah keadaan itu kelihatannya tak terpikirkan olehmu. Tapi kau sedang memikirkannya. Itulah kenapa pikiranmu kacau. Kalau kau merasa tetap melajang akan lebih baik dibanding hidup bersamaku, kau harusnya menolak tanpa sedikitpun keraguan. 


Apakah pikiranmu kacau ketika Beckenham meminangmu? Sudah pasti tidak. Karena kau selalu bersikap acuh tak acuh. Tapi kau tidak memberiku perhatian dengan acuh tak acuh. Aku mengejutkanmu. Aku mengancam akan menjungkirbalikkan kehidupanmu yang yang sangat teratur. Dan kau tak tahu apakah akan menyukai atau membencinya." Dan terbukti, sambil bingung Miss Wychwood menerima lamaran Mr. Carleton. 


Review ini saya tulis sambil membaca The Convenience Marriage-nya. Lagi-lagi Georgette Heyer memaksa saya menulis. Karena, setiap tulisannya memang memancing minat saya untuk selalu menulis. Keren! 


Siraul Nan Ebat Sebut Menpora Tak Dikenal Publik Sebelum Indonesia Juara Piala Thomas

Penulis buku calon terkenal Rekreasi Hati  viral di internet. Siraul Nan Ebat, sang penulis, menyebut Menpora tak dikenal publik sebelum Ind...