18 Mar 2012

Alangkah Lucunya Negeri Ini (Bukan Resensi Film)

Alangkah Lucunya Negeri Ini (Bukan Resensi Film)


Meski sudah lolos, tapi lihat demikian seriusnya Iran bertanding. Padahal memainkan pemain muda demi mendapatkan pengalaman, mengistirahatkan para bintang yang rentan cedera dan memarkir para pemain penting yang rawan sanksi kartu adalah alasan wajar dalam posisi seperti itu. Apalagi mereka bermain di kandang sendiri. Akibatnya Qatar terpaksa bekerja lebih keras menghadapi mereka.

Bahrain ternyata tak kalah serius menghadapi Indonesia. Meski hanya bisa lolos jika menang 10 gol, dan itupun masih harus berharap Iran ‘mau’ mengalahkan Qatar, mereka ternyata tak sepesimis itu. Masih di awal2 babak pertama dan sudah unggul 4 gol pun, pelatihnya sudah mencak-mencak setiap pemainnya melakukan kesalahan atau wasit keliru merugikan timnya. Dan ketika mereka tau di saat bersamaan Qatar masih belum sanggup menandingi Iran, mereka bermain makin serius, dan sukses mencetak 10 gol, sebagai syarat buat lolos.

Qatar yang menyadari Bahrain sudah mengungguli Indonesia sedemikian telak berusaha keras mengimbangi Iran. Usaha keras yang baru membuahkan hasil 4 menit sebelum pertandingan berakhir, skor: 2-2.

Indonesia ???

Qatar bahkan sampai harus menghiba ke FIFA agar Indonesia mau jadi pahlawan mereka. Syaratnya sepele: cukup jangan kalah sampai 10 gol, itu saja. Artinya Indonesia harus bermain dengan kekuatan terbaik mereka.
Apa lacur. Menurunkan para pemain ‘asing’ yang melarat pengalaman bukan saja mempermalukan diri sendiri, tapi juga melecehkan keseriusan Iran, menghina kengototan Qatar dan meledek kemampuan Bahrain serta mencederai semangat sportivitas.

Deretan fakta di atas membuktikan bahwa sepakbola bukanlah sekedar permaianan. Sepakbola adalah pekerjaan. Keseriusan Iran yang sudah lolos, perjuangan Qatar dan optimisme Bahrain menegaskan semuanya. Hanya para profesional yang tetap bekerja demikian serius, meski peluang untuk bersantai-santai demikian terbuka seperti Iran. Profesional seperti Qatar yang tetap bekerja keras menghadapi kesulitan pribadi ataupun masalah yang didapat dari luar. Profesional seperti Bahrain yang tetap optimis bekerja keras meski menyadari kesempatan berhasil teramat kecil.

10-0 bukan skor yang main-main. Hanya sesuatu yang serius yang bisa melakukannya.

Indonesia ???

Sepakbola hanya sebuah permaianan. Hanya ajang senda gurau. Dan memang, Indonesia adalah negeri yang lucu. Bahkan kemiskinan saja bisa jadi objek yang menghibur. Tangis si miskin yang tiba-tiba diberi 10 juta untuk kemudian dalam sekejab harus dihabiskan lagi adalah hiburan yang punya rating tinggi. Gubuk yang bisa disulap jadi ‘rumah’ hanya dalam sehari adalah hiburan, bukan hanya bagi si empunya, tapi juga bagi seluruh pemirsa TV. Hidung yang pesek dan gigi yang mancung adalah property yang menjanjikan di dunia hiburan. Pekak dan gagap bukanlah kekurangan, justru kelebihan. Intinya banyak hal yang bisa diangkat sebagai materi lelucon di Indonesia. Dan skor 0-10 itu benar-benar lelucon abad ini. Dan Indonesia berhasil membuat seluruh dunia tertawa.

28 Feb 2012

Tidak Bermutu itu Budaya (Kita)


Sejak kanak-kanak kita dididik untuk seragam. Seragam seolah sudah dianggap budaya yang mesti ditaati dengan segala hormat. Dari hal sepele seperti pakaian, sampai kepada karya2 cipta-pun sejak dini kita sudah dipaksa seragam. Padahal saya benci sekali, ketika misalnya saya punya baju bagus, eee…ada teman yang tiba2 ikut punya.

Waktu SD pelajaran mengarang, kami disuruh mengarang bebas. Tapi harus tentang liburan. Hasilnya ? Yaa, seragam. Semua mengarang tentang pengalaman selama libur. Pelajaran menyanyi, hanya boleh lagu anak2. Tak boleh lagu dewasa, lagu Tua-Tua Keladi, apalagi lagu dangdut. Padahal kan katanya Dangdut is the Music of my Country, gimana sich ? Ulangan menyanyi lebih parah. Lagu bebas boleh asal lagu nasional. Ada lagi lagu wajibnya. Gimana bisa berkarya kalau begini. Sudahlah bebas dibatasi, eee, ada lagi wajibnya, hahaha…!

Pelajaran menggambar harus gambar pemandangan. Hasilnya ? Semua menggambar  2 buah (atau lebih) gunung/bukit yang tampak dari kejauhan. Yang satu besar sedang yang lainnya agak kecil. Di depannya ada gambar petak2 sawah. Dari belakang lereng salah satu gunung tampak mengintip matahari lengkap dengan gambar pancaran sinarnya. Sementara di angkasa ada gambar burung yang menyerupai awan, atau gambar awan yang menyerupai gunung. 

Ohya teman2 saya dulu banyak yang suka menari, tapi tak ada tuch, yang jadi koreografer sampai sekarang ?

Okee, itu saat2 masih SD. Bagaimana dengan SMP atau SMA ?

Ikutan lomba mengarang. Tetap pakai dibatasi tema. ‘Guru Yang Disukai’ atau tema2 spesial dari panitia. Ikut festival menyanyi. Juga ada lagu wajibnya dari penyelenggara. Lagu bebasnya ? Bebas, asal jangan dangdut, hahaha…! Lomba melukis. Cuma ada sayembara pembuatan logo. Atau lomba karikatur yang pasti juga punya tema khusus. Lomba tari yang dinilai juga bukan improvisasinya, tapi melulu soal kekompakan.

Bertahun-tahun kemudian...

Ketika Sheila on 7 sukses dengan lagu2 bertema cinta, muncul Ungu, Caffein, Element, Peterpan dll mengusung tema yang sama. Kangen Band bikin musik melayu, hadir pula ST12, Statim, Wali, Armada dll, juga dengan musik melayu. Inul ciptakan goyang ngebor, Uut goyang ngecor, Yessi Vibrator, Anissa Patah-Patah,. Lagu SMS meledak, tercipta pula lagu Miscall.

Filem Jelangkung diminati, muncul puluhan film sejenis. Jin dan Jun, eeh ada juga Tuyul dan Mba’ Yul. Tersanjung sekian tahun, Cinta Fitri juga bertahun-tahun. Cinta Fitri sukses ada lagi Cinta Bunga, Cinta Indah Cinta…Cinta…Cinta,… Ada Uya Kuya, Cinta Juga Kuya juga ada. Misteri Ilahi, Rahasia Ilahi. Uka-Uka sukses, Dunia Lain ga’ mau kalah.
Syahrini punya Jambul Khatulistiwa, Bulumata Antibadai, dilanjut dengan Jambul Monas dan Terowongan Casablanca. Ashanty juga ikutan dengan Konde Meledaknya. Jupe, ga’ ketinggalan donk, Bra Dispenser, hahahaha…! Dan khusus untuk menyambut kedatangan Agnes Monica di Batam tanggal 28 ini saya juga sudah menyiapkan sendiri, Kumis Galian Kabel PLN, hahaha…!

Bahkan sekarang Ronaldinho pun sudah bisa dicontek oleh Ronaldikin, hahaha…!.

Banyak penemuan dan karya-karya agung lahir dan ditemukan berkat imajinasi.Sayangnya sejak kanak-kanak imajinasi kita dilatih seragam. Ini adalah penjajahan terhadap kebebasan berfantasi. Penjajahan yang akhirnya berbuntut banyaknya karya cipta yang mirip dan miskin identitas . Mirip di dunia karya cipta adalah pembajakan.Dan pembajakan adalah musuh besar setiap karya cipta. Seni sebagai bentuk karya cipta harus bernilai artistic. Artistik itu indah. Hanya sesuatu yang indah yang bisa membangkitkan gairah. Gairah lah yang menentukan mutu hidup kita. Suatu karya seni yang dituntut seragam hasilnya akan monoton. Monoton itu membosankan. Hidup yang membosankan pasti bukan hidup yang bermutu. Jadi selama ini kita sudah dididik untuk menjadi sesuatu yang tidak bermutu, HAAaaaaah….;)

14 Feb 2012

ALLAH Itu Maha Pemurah, Tapi Tidak Murahan

Orang-orang yang sholat itu dimudahkan rezekinya oleh Allah. Entah kalimat Al-Qur'an atau hadits, saya kurang begitu jelas. Yang pasti saya sudah amat sering mendengar bunyi kalimat-kalimat sejenis, dan saya memang meyakini kebenarannya. Karena ketika saya menjalankan sholat, biasanya memang ada saja rezeki yang diturunkan Allah buat saya, baik dengan jalan yang wajar dan biasa ataupun yang diluar nalar yang tak saya sangka-sangka. Saya rasa tak perlu menguraikan contohnya satu-satu, tapi saya memang sering mengalami hal-hal seperti itu.

Ketika kontrak kerja saya hampir habis, biasanya saya sering sholat dan berharap pertolonganNYA. dan Alhamdulillah kontrak kerja saya selalu diperpanjang. Ketika saya  mengalami kesulitan ekonomi walaupun hanya untuk sekadar punya uang buat beli rokok saya sholat, biasanya ada saja jalan agar saya bisa merokok. Entah itu karena dikunjungi teman, ataupun dapat pinjaman uang ala kadarnya entah dari siapa. Intinya jika sholat, biasanya rejeki memang saya rasakan begitu dekat.

Saya hapal dan saya manfaatkan betul rumus itu. . Maka setiap saya butuh, saya sholat. Dan kebutuhan saya terpenuhi. Selama kebutuhan tercukupi saya lalai. Butuh lagi, saya sholat lagi. Cukup, dan saya lalai lagi dan begitu seterusnya.

Tapi lama-lama saya curiga kenapa Allah mau saja saya 'perdayai' begitu ?

Ada 2 kemungkinan. Pertama, karena Allah memang percaya bahwa saya akan segera bertobat dan merubah kelakuan saya ?. Allah memang Maha Tahu, tapi saya rasa bukan itu alasannya. Buktinya saya selalu saja memperolok-olokkanNYA lagi. Jadi Allah keliru.

Allah keliru ???

Allah Maha Benar, jadi tak mungkin keliru. Jadi yang keliru adalah saya sendiri. Saya terlalu Ge eR. Jangan-jangan kontrak saya diperpanjang karena saya memang berhak dan wajar mendapatkannya. Maksud saya, Allah sekadar menggerakkan hati Manajer saya, agar dia tidak melepaskan saya begitu saja karena saya adalah aset yang berharga untuknya dan perusahaan. Jadi yang mendapat berkah itu sebenarnya bukan saya, tapi manejer dan perusahaan. Dan Allah memperalat saya untuk itu.Waah, kalau begitu saya tak mau. Saya tak mau hanya diperalat Allah untuk orang2 yang dikehendakiNYA. Seperti Allah memperalat Iblis untuk menguji iman anak cucu Adam. Kalau begitu apa bedanya saya sama Iblis ???

Jadi kemungkinan kedua. Allah memberi saya rezeki, sama sebagaimana DIA memberi rezeki juga untuk setiap manusia, termasuk orang-orang kafir. Dan itu berarti saya sama saja dengan orang-orang kafir itu ? Allah meyetarakan saya dengan orang-orang kafir? Astagfirullahalhadziim ! Ampuni hamba yaa, Allah !

Mungkin memang Allah tidak menganggap saya sedang mempermainkanNYA. Mungkin Allah tidak menganggap saya sama seperti hamba-hamba istimewaNYA, yang sanggup tetap beribadah meski dalam hidup yang susah. Tetap sholat, meski hidup terasa berat. Allah tidak menganggap saya bisa melewati ujian dariNYA, makanya doa saya dikabulkan selalu. Dan tidak dianggap oleh Allah bagi saya adalah bencana. Bencana itu jauh lebih berat daripada sekedar diuji olehNYA.

Allah memang Maha Pemurah, tapi pasti TIDAK MURAHAN.Begitu banyak doa yang tidak mendapat jawaban, karena Allah Maha Berkehendak terhadap sesuatunya. Tidak semua doa yang diijabah Allah, meski rajin sholat sekalipun. Allah Maha Adil. Jika semua doa dijawab, enak betul para terpidana yang alim mendadak saat sudah ditahan. Tidak adil bagi yang lain. Berdoa hanya ketika membutuhkan sembari berharap akan dikabulkan sesungguhnya benar-benar menghina Allah. Allah memang Maha Pemurah, tapi pasti tidak murahan.

Yaa Allah ! Masukkanlah hamba ke dalam golongan orang-orang yang Engkau ridhoi, Amiiin...!

5 Feb 2012

Penggalauan Massal Ala Gue

     "Sore ini kita sengaja berkumpul sebentar sebelum pulang karena ada salah seorang teman dari section Printing ingin menyampaikan sesuatu. katanya sich, penting. Silahkan, saudara Raul", Supervisor departemen Elektronik mempersilahkan saya berbicara.
     "Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..."
     "Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh..."
     "Pertama-tama..."
     "Udaaah, lansung aja ! Udah bel ni...!", terdengar suara protes dari anak2 yang sudah mulai tak sabar.
     "Oke ! Lansung saja. Kemaren saya ketemu sama Salman. Ingat Salman, kan ?
     Semua pasti ingat, karena dia memang mantan karyawan yang sudah cukup lama bekerja di perusahaan tempat kami bekerja.
     "Truss, emangnya kenapa dia ?"
     "Katanya, dia titip salam sama semua teman2 Elektronik. Makanya tadi saya minta tolong sama Pak Yayan (Supervisor Elektronik), agar mengumpulkan teman2 semua...."
     "HAAAAHHhhhh....??? Cuman itu, yang kau iblang kabar penting ?", hampir semua seperti sudah ingin ngamuk, termasuk sang Supervisor (yang sudah bekerja di sana kurang lebih 20 tahun) yang melotot terhadapku geram, hahaha...! Btw, saya sendiri adalah karyawan paling junior (maksudnya: yang paling akhir bergabung di perusahaan tersebut, baru 1 tahun.
    "Lho, kan ini memang kabar penting ? Amanat itu penting, kan ? Saya dosa lho, kalau sampai melalaikan amanat. Masih untung dia cuma titip salam sama semua anak2 Elektronik. Gimana kalau dia titip salam sama seleuruh karyawan ? Brarti Pak Direktur harus mengumpulkan semua karyawan, donk...?
     "KAMMMMP********t..."
     "BUBAAAAARRRrrrrrr...."
     "Gila, lu", Supervisor-nya melotot horor.
     "Hahahhahaha....", ketawa puas.

3 Feb 2012

Kelirumologi Twitter ???

Selain ilmu dan hal2 baru, twitter juga menyumbang banyak kekeliruan, setidaknya dalam pemakaian Bahasa Indonesia. Pembatasan jumlah karakter (huruf/angka) yang disediakan Twitter bagi penggunanya untuk ber-ekspresi turut andil dalam hal ini. Maka kata-kata ‘Anak Baru Gede Labil’-pun tidak cukup dipendek menjadi ‘ABG Labil’ saja. Masih harus disunat lagi menjadi ‘Ababil’. Bahkan kata yang hanya 3 huruf-pun seperti ‘aku’ juga butuh dikebiri menjadi ‘ak’ saja. ‘Gue’ menjadi ‘gw’, dan lain sebagainya.

Poconggg mempopulerkan istilah ‘bershower’. Sebagai ikon ‘penggalau’ dia  ingin men-pergalau followers-nya yang galau. Jika orang galau disuruh mandi terdengar terlalu biasa. Tapi jika sudah galau dan disuruh ‘bershower’ pula tentulah mereka akan makin bertambah galau, yak kan, Conggg ? Lagipula 'bershower' itu dari Bahasa Inggris.

Tapi ternyata tidak sesederhana itu. Follower dan orang2 lain yang terinspirasi ternyata ‘sukses’ membuat kata- baru seperti ‘bershampo’ atau ‘bersabun’ (aihh, Mak Jang…!). Celakanya, kata2 yang digunakan adalah dari kata2 Bahasa Indonesia yang sudah mempunyai makna yang baku. Apa jadinya nanti kalau ada orang asing bertamu ke rumah kita, terus mereka kita persilahkan duduk dengan berkata,'berkursilah', hahaha....!

Padahal, di luar negeri sana (di Australia konon bahasa Indonesia sudah menjadi salah satu mata pelajaran resmi mulai dari tingkat SD sampai SMA. Salah satu perguruan tinggi di sana juga menjadikannya mata kuliah wajib, lho...! )

Oke, kembali ke Twitter...

Tapi, sudahlah. Toh, saya rasa memang masih banyak diantara kita yang memang (masih) tidak tau Twitter. Saya sendiri sampai sekarang masih berusaha menemukan asal-usul, sebab-musabab penulisan ‘RT’ diakhir setiap tweet yang kita balas. Saya juga mem-follow beberapa tweeple ‘bule’, dan belum pernah saya lihat mereka menulis ‘RT’ di akhir setiap tweet yang dibalasnya. Saya malah lebih sering melihat mereka menggunakan tanda kutip (“) saat mengakhiri balasan tweetnya.

Ada yang bilang ‘RT’ itu berarti ‘retweet’. Loh, bukannya ‘retweet’ sudah disediakan tombolnya tersendiri oleh Twitter, yang artinya bisa lansung diklik tanpa perlu menulis apa-apa lagi? Pada prakteknya, setiap kita menulis ‘RT’ itu kita sedang melakukan proses ‘Reply Tweet’, bukan proses ‘Retweet’. Dan saya pun sampai sekarang juga belum menemukan cara menulis ‘RT’ setiap ingin melakukan ‘retweet’. Kan memang tak bisa, ya ? LOL.

Dulu saya malah lebih suka menulis ‘Rp’ setiap membalas tweet, karena sepertinya lebih cocok untuk 'Reply Tweet'. Tapi demi kenyamanan dan agar yang lain bisa paham (kata seorang teman yang saya hormati) saya putuskan saja mengikut kebiasaan yang lain.

“Membenar-benarkan bahasa juga bisa merusak rasa bahasa”, kata seorang teman  pengasuh Grup Kelirumologi di Facebook juga menjadi pertimbangan.
            
“Biar keliru asal nyaman”, kata Kelirumolog, Jaya Suprana ikut mempengaruhi keputusan saya.
           
 “Kekeliruan yang disepakati sebagai sesuatu yang benar bisa menjadi kebenaran”, kata Budayawan idola saya, Prie GS.
           
 “Tapi saya tetap cinta ‘Rp’”, kata saya ngotot.
            
“SAYA JUGA”, kata yang lain, hahaha…!

*Postingan ini karena saya marah. Saya dendam pada Twitter. Dah 3 taun umat saya ga' nambah2. Saat ini diposting baru 14 orang. Itupun ga' sampai separoh yang aktif ngetwit. Kayak Facebook kek Twit..! Promosiin akun GUEEEEeee...! Lu juga, Blog ! Lu promosiin ga' blog gue. Masa followernya cuman satu orang ? Itupun gue sendiri. Awas, nanti kubuat juga postingan tentang lu..! Siap-siap aja lu...!

           

22 Jan 2012

Tersangkanya: DAVID BECHKAM (Bukan Cerita Bola)

Kenapa Kisah Jembatan Indiana Jones bisa sampai ke Inggris ? Dan Kenapa dengan secara sembrono mereka menamainya Jembatan Indiana Jones. Tapi, bagaimana cara menyelidikinya ?

Beberapa petunjuk:
  1. Menimbang jarak jarak Indonesia-Inggris yang demikian jauh, saya berkesimpulan bahwa ada seseorang yang membocorkan kisah memalukan ini. Tapi, siapa ?
  2. Mengingat ini adalah aib bangsa, maka tidak mungkin dibocorkan oleh orang Indonesia sendiri yang selama ini sangat terkenal sikap nasionalismenya. Jadi pelakunya adalah orang luar negeri. Oke, tapi siapa? Kan, Indonesia banyak dikunjungi Bule asal tiap harinya?
  3. Mengingat bahwa ini diberitakan media, kemungkinan besar si tersangka adalah seorang selebritis yang memang akrab dan selalu berhubungan dengan media massa.
Penyeledikan mulai agak rumit. Tapi saya pantang menyerah. Kita selidiki fakta-fakta yang sudah terkumpul. Dibocorkan oleh seorang selebritis asing, yang baru saja berkunjung ke Indonesia, dan memberinya nama yang agak aneh: Jembatan Indiana Jones. Loh..???
Penamaan yang agak unik ini mengingatkan saya akan Syahrini, yang memang suka memberi nama-nama aneh pada 'sesuatu'. Petunjuk berikutnya mulai tampak. Selebriti bule ini pasti mengenal Syahrini sedikit spesial.
Siapa Seleb Bule yang mengenal Syahrini secara (minimal agak) intim belakangan ini. Penyelidikan saya-pun mulai menampakkan titik terang. Tersangka mengerucut menjadi tinggal 2 orang saja. David Bechkam dan Jorge Lorenzo.
Tidak terlalu susah sebenarnya mengakhiri penyelidikan ini. Karena yang memberitakan ini adalah Daily Mail, media asal Inggris, saya putuskan mencoret Lorenzo yang berasal dari Spanyol. Jadi sekarang sudah terang bahwa: Orang yang membocorkan masalah Jembatan Indiana Jones itu adalah DAVID BECHKAM, seorang selebriti sepakbola yang berasal dari Inggris yang beberapa hari lalu baru saja berkunjung ke Indonesia, hahaha...;)

Berikut transkip wawancaranya;


Daily Mail                     : Apa aja kesannya waktu ke Indonesia kemaren, Mas?
David Beckham            : Wonderful! Ajaib! Di sana ada Jambul Khatulistiwa dan Bulumata Anti Badai.
Daily Mail                     : Oh, yaa…?
David Beckham            :Iya. Bahkan sebelum pulang ini gue dengar di sana juga ada Konde Meledak dan terakhir, Bra Dispenser.
Daily Mail                     : HAAAH…? Masa’?
David Beckham            : Kalo ga percaya cek aja ndiri ke sana! Ga percayaan amat, sih!

Dan, beberapa hari kemudian Daily Mail menemukan Jembatan India Jones…J

20 Jan 2012

Tip (tak pakai 's') Masak Buat Mak Upik

Entah kenapa kalau dia yang masak, selalu terasa asin di lidahku. Sebagai seorang mantan koki (yang baik) di cafe kelas bisnis tentu saja aku merasa perlu memberi Mak Upik ini ( seorang pegawai di kantin perusahaan tempatku bekerja) semacam tips agar tidak semakin banyak lidah-lidah lain yang jadi korban. Dan sebagai bahan pertimbangan, bersama ini aku bersaksi, bahwa benarlah adanya bahwa aku ini benar-benar mantan koki, hahaha...!

Aku ini hobi memasak. Persis seperti lelaki bule kebanyakan, hahaha...;). Dan untuk diketahui, sepanjang usiaku yang sudah lebih dari seperempat abad ini, belum pernah aku melakukan ritual 'cicip' seperti kebanyakan pemasak-pemasak lainnya. Menurutku, masakan (apalagi bagi seorang koki rumah makan dan sejenisnya) yang selalu dicicipi tidak akan pernah mendapatkan hasil yang stabil. Setiap kali masak dicicip, dan hasilnya akan selalu berbeda dengan masakan sejenis meskipun tukang masaknya orang yang sama. Kenapa ?

Karena masakan bumbu masakan itu seperti parfum. Pada saat pertama menggunakan biasanya 3x semprot, wanginya terasa sudah memadai. Besoknya pakai lagi, semprot lagi 3x, mungkin juga masih memadai. Tapi, esok dan esok-esoknya lagi akan terasa kurang. 3x, aromanya tetap kurang terasa. dan akhirnya ditambah lagi semprotannya. Padahal sebenarnya yang terjadi adalah, indra pencium kita sudah berkurang kepekaannya, karena sudah terbiasa dengan aroma yang sama. Padahal, di hidung atau penciuman orang lain mungkin aromanya sudah keterlaluan, karena masih agak sensitif dengan aroma yang mungkin belum diintiminya itu (Bahasa apa ini  ???).

Hal yang sama juga berlaku bagi indera-indera yang lain. Mata orang-orang yang di kampung akan terbelalak jika suatu saat ia pergi ke kota. Bahkan melihat pesawat terbang melintas di atas kampung mereka, mungkin mereka sudah histeris dan berlaku norak. Yaa, itu karena mata mereka masih asing terhadapa hal-hal baru yang dilihatnya.
Masih kurang ? Bahkan indera ke-enam (maksudnya; indera peransang yang lain, heheh sensor. Kalo mau jelas, via email, Okee...!) yang sudah terbiasa diransang oleh pakai2an dunia malam, tidak akan ngeh lagi kepada, mungkin seorang karyawan sexy, yang baru di tempatnya bekerja, karena memang sudah akrab dengan pakaian yang serupa.

Kepala Chris Jhon, mungkin sanggup bertahan menhan 1500 pukulan dalam 12 ronde. Apakah kepalamu sanggup, menahan pukulan-ku, 2x ajalah, heheh.. Sanggup ? Anak-anak yang terbiasa ber-mandi hujan di waktu kecil, biasanya akan jarang terserang pilek setelah besar, karena tubuhnya sudah imun terhadap cuaca dan air hujan. Begitu juga dengan lidah. Kebiasaan merasakan masakan yang selalu dimasak sendiri, akan mengurangi sensitifitas (apa pula ini) lidah yang selalu mencicipinya. Padahal belum tentu lidah-lidah para pelanggan akrab denagn masakan itu.

Masak itu asyiik. Pakai feeling aja soal naburin bumbunya. Kayak aku ni, hehehe ...Sekian

Komentar:--->>>

Anynomous: Trima kasih atas tipsnya, Pak ! Omong-omong cafe Bapak di mana sih ? Pengen nyicip juga ni !

Raul: Udah tutup, Pak. Bangkrut, hahaha...!