Halaman

22 Jan 2012

Tersangkanya: DAVID BECHKAM (Bukan Cerita Bola)

Kenapa Kisah Jembatan Indiana Jones bisa sampai ke Inggris ? Dan Kenapa dengan secara sembrono mereka menamainya Jembatan Indiana Jones. Tapi, bagaimana cara menyelidikinya ?

Beberapa petunjuk:
  1. Menimbang jarak jarak Indonesia-Inggris yang demikian jauh, saya berkesimpulan bahwa ada seseorang yang membocorkan kisah memalukan ini. Tapi, siapa ?
  2. Mengingat ini adalah aib bangsa, maka tidak mungkin dibocorkan oleh orang Indonesia sendiri yang selama ini sangat terkenal sikap nasionalismenya. Jadi pelakunya adalah orang luar negeri. Oke, tapi siapa? Kan, Indonesia banyak dikunjungi Bule asal tiap harinya?
  3. Mengingat bahwa ini diberitakan media, kemungkinan besar si tersangka adalah seorang selebritis yang memang akrab dan selalu berhubungan dengan media massa.
Penyeledikan mulai agak rumit. Tapi saya pantang menyerah. Kita selidiki fakta-fakta yang sudah terkumpul. Dibocorkan oleh seorang selebritis asing, yang baru saja berkunjung ke Indonesia, dan memberinya nama yang agak aneh: Jembatan Indiana Jones. Loh..???
Penamaan yang agak unik ini mengingatkan saya akan Syahrini, yang memang suka memberi nama-nama aneh pada 'sesuatu'. Petunjuk berikutnya mulai tampak. Selebriti bule ini pasti mengenal Syahrini sedikit spesial.
Siapa Seleb Bule yang mengenal Syahrini secara (minimal agak) intim belakangan ini. Penyelidikan saya-pun mulai menampakkan titik terang. Tersangka mengerucut menjadi tinggal 2 orang saja. David Bechkam dan Jorge Lorenzo.
Tidak terlalu susah sebenarnya mengakhiri penyelidikan ini. Karena yang memberitakan ini adalah Daily Mail, media asal Inggris, saya putuskan mencoret Lorenzo yang berasal dari Spanyol. Jadi sekarang sudah terang bahwa: Orang yang membocorkan masalah Jembatan Indiana Jones itu adalah DAVID BECHKAM, seorang selebriti sepakbola yang berasal dari Inggris yang beberapa hari lalu baru saja berkunjung ke Indonesia, hahaha...;)

Berikut transkip wawancaranya;


Daily Mail                     : Apa aja kesannya waktu ke Indonesia kemaren, Mas?
David Beckham            : Wonderful! Ajaib! Di sana ada Jambul Khatulistiwa dan Bulumata Anti Badai.
Daily Mail                     : Oh, yaa…?
David Beckham            :Iya. Bahkan sebelum pulang ini gue dengar di sana juga ada Konde Meledak dan terakhir, Bra Dispenser.
Daily Mail                     : HAAAH…? Masa’?
David Beckham            : Kalo ga percaya cek aja ndiri ke sana! Ga percayaan amat, sih!

Dan, beberapa hari kemudian Daily Mail menemukan Jembatan India Jones…J

20 Jan 2012

Tip (tak pakai 's') Masak Buat Mak Upik

Entah kenapa kalau dia yang masak, selalu terasa asin di lidahku. Sebagai seorang mantan koki (yang baik) di cafe kelas bisnis tentu saja aku merasa perlu memberi Mak Upik ini ( seorang pegawai di kantin perusahaan tempatku bekerja) semacam tips agar tidak semakin banyak lidah-lidah lain yang jadi korban. Dan sebagai bahan pertimbangan, bersama ini aku bersaksi, bahwa benarlah adanya bahwa aku ini benar-benar mantan koki, hahaha...!

Aku ini hobi memasak. Persis seperti lelaki bule kebanyakan, hahaha...;). Dan untuk diketahui, sepanjang usiaku yang sudah lebih dari seperempat abad ini, belum pernah aku melakukan ritual 'cicip' seperti kebanyakan pemasak-pemasak lainnya. Menurutku, masakan (apalagi bagi seorang koki rumah makan dan sejenisnya) yang selalu dicicipi tidak akan pernah mendapatkan hasil yang stabil. Setiap kali masak dicicip, dan hasilnya akan selalu berbeda dengan masakan sejenis meskipun tukang masaknya orang yang sama. Kenapa ?

Karena masakan bumbu masakan itu seperti parfum. Pada saat pertama menggunakan biasanya 3x semprot, wanginya terasa sudah memadai. Besoknya pakai lagi, semprot lagi 3x, mungkin juga masih memadai. Tapi, esok dan esok-esoknya lagi akan terasa kurang. 3x, aromanya tetap kurang terasa. dan akhirnya ditambah lagi semprotannya. Padahal sebenarnya yang terjadi adalah, indra pencium kita sudah berkurang kepekaannya, karena sudah terbiasa dengan aroma yang sama. Padahal, di hidung atau penciuman orang lain mungkin aromanya sudah keterlaluan, karena masih agak sensitif dengan aroma yang mungkin belum diintiminya itu (Bahasa apa ini  ???).

Hal yang sama juga berlaku bagi indera-indera yang lain. Mata orang-orang yang di kampung akan terbelalak jika suatu saat ia pergi ke kota. Bahkan melihat pesawat terbang melintas di atas kampung mereka, mungkin mereka sudah histeris dan berlaku norak. Yaa, itu karena mata mereka masih asing terhadapa hal-hal baru yang dilihatnya.
Masih kurang ? Bahkan indera ke-enam (maksudnya; indera peransang yang lain, heheh sensor. Kalo mau jelas, via email, Okee...!) yang sudah terbiasa diransang oleh pakai2an dunia malam, tidak akan ngeh lagi kepada, mungkin seorang karyawan sexy, yang baru di tempatnya bekerja, karena memang sudah akrab dengan pakaian yang serupa.

Kepala Chris Jhon, mungkin sanggup bertahan menhan 1500 pukulan dalam 12 ronde. Apakah kepalamu sanggup, menahan pukulan-ku, 2x ajalah, heheh.. Sanggup ? Anak-anak yang terbiasa ber-mandi hujan di waktu kecil, biasanya akan jarang terserang pilek setelah besar, karena tubuhnya sudah imun terhadap cuaca dan air hujan. Begitu juga dengan lidah. Kebiasaan merasakan masakan yang selalu dimasak sendiri, akan mengurangi sensitifitas (apa pula ini) lidah yang selalu mencicipinya. Padahal belum tentu lidah-lidah para pelanggan akrab denagn masakan itu.

Masak itu asyiik. Pakai feeling aja soal naburin bumbunya. Kayak aku ni, hehehe ...Sekian

Komentar:--->>>

Anynomous: Trima kasih atas tipsnya, Pak ! Omong-omong cafe Bapak di mana sih ? Pengen nyicip juga ni !

Raul: Udah tutup, Pak. Bangkrut, hahaha...!

The Convenient Marriage

Gambar nyomot di Goodreads Elizabeth, Charlotte dan Horatia adalah putri dari keluarga Winwood. Lizzy, si sulung terkenal sangat cantik. Cha...