Halaman

20 Jan 2012

Tip (tak pakai 's') Masak Buat Mak Upik

Entah kenapa kalau dia yang masak, selalu terasa asin di lidahku. Sebagai seorang mantan koki (yang baik) di cafe kelas bisnis tentu saja aku merasa perlu memberi Mak Upik ini ( seorang pegawai di kantin perusahaan tempatku bekerja) semacam tips agar tidak semakin banyak lidah-lidah lain yang jadi korban. Dan sebagai bahan pertimbangan, bersama ini aku bersaksi, bahwa benarlah adanya bahwa aku ini benar-benar mantan koki, hahaha...!

Aku ini hobi memasak. Persis seperti lelaki bule kebanyakan, hahaha...;). Dan untuk diketahui, sepanjang usiaku yang sudah lebih dari seperempat abad ini, belum pernah aku melakukan ritual 'cicip' seperti kebanyakan pemasak-pemasak lainnya. Menurutku, masakan (apalagi bagi seorang koki rumah makan dan sejenisnya) yang selalu dicicipi tidak akan pernah mendapatkan hasil yang stabil. Setiap kali masak dicicip, dan hasilnya akan selalu berbeda dengan masakan sejenis meskipun tukang masaknya orang yang sama. Kenapa ?

Karena masakan bumbu masakan itu seperti parfum. Pada saat pertama menggunakan biasanya 3x semprot, wanginya terasa sudah memadai. Besoknya pakai lagi, semprot lagi 3x, mungkin juga masih memadai. Tapi, esok dan esok-esoknya lagi akan terasa kurang. 3x, aromanya tetap kurang terasa. dan akhirnya ditambah lagi semprotannya. Padahal sebenarnya yang terjadi adalah, indra pencium kita sudah berkurang kepekaannya, karena sudah terbiasa dengan aroma yang sama. Padahal, di hidung atau penciuman orang lain mungkin aromanya sudah keterlaluan, karena masih agak sensitif dengan aroma yang mungkin belum diintiminya itu (Bahasa apa ini  ???).

Hal yang sama juga berlaku bagi indera-indera yang lain. Mata orang-orang yang di kampung akan terbelalak jika suatu saat ia pergi ke kota. Bahkan melihat pesawat terbang melintas di atas kampung mereka, mungkin mereka sudah histeris dan berlaku norak. Yaa, itu karena mata mereka masih asing terhadapa hal-hal baru yang dilihatnya.
Masih kurang ? Bahkan indera ke-enam (maksudnya; indera peransang yang lain, heheh sensor. Kalo mau jelas, via email, Okee...!) yang sudah terbiasa diransang oleh pakai2an dunia malam, tidak akan ngeh lagi kepada, mungkin seorang karyawan sexy, yang baru di tempatnya bekerja, karena memang sudah akrab dengan pakaian yang serupa.

Kepala Chris Jhon, mungkin sanggup bertahan menhan 1500 pukulan dalam 12 ronde. Apakah kepalamu sanggup, menahan pukulan-ku, 2x ajalah, heheh.. Sanggup ? Anak-anak yang terbiasa ber-mandi hujan di waktu kecil, biasanya akan jarang terserang pilek setelah besar, karena tubuhnya sudah imun terhadap cuaca dan air hujan. Begitu juga dengan lidah. Kebiasaan merasakan masakan yang selalu dimasak sendiri, akan mengurangi sensitifitas (apa pula ini) lidah yang selalu mencicipinya. Padahal belum tentu lidah-lidah para pelanggan akrab denagn masakan itu.

Masak itu asyiik. Pakai feeling aja soal naburin bumbunya. Kayak aku ni, hehehe ...Sekian

Komentar:--->>>

Anynomous: Trima kasih atas tipsnya, Pak ! Omong-omong cafe Bapak di mana sih ? Pengen nyicip juga ni !

Raul: Udah tutup, Pak. Bangkrut, hahaha...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The Convenient Marriage

Gambar nyomot di Goodreads Elizabeth, Charlotte dan Horatia adalah putri dari keluarga Winwood. Lizzy, si sulung terkenal sangat cantik. Cha...