Halaman

5 Feb 2012

Penggalauan Massal

    "Sore ini kita sengaja berkumpul sebentar sebelum pulang, karena ada salah seorang teman dari section printing ingin menyampaikan sesuatu. Katanya sich, penting. Silakan, Saudara Raul!" Supervisor Departemen Elektronik mempersilahkan saya berbicara.

     "Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!

      "Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!

      "Pertama-tama...."

      "Udaaah, lansung aja! Udah bel ini!" Terdengar suara protes dari anak-anak yang sudah mulai tak sabar.

    "Oke! Lansung saja. Kemaren saya ketemu sama Salman. Ingat Salman, kan?

    Semua pasti ingat, karena dia memang mantan karyawan yang sudah cukup lama bekerja di perusahaan tempat kami bekerja. 

    "Truss, emangnya kenapa dia?"

    "Katanya, dia titip salam sama semua teman-teman elektronik. Makanya tadi saya minta tolong sama Pak Yayan, agar mengumpulkan teman-teman semua."

    "HAAAAHHhhhh? Cuman itu, yang Kau bilang kabar penting?" Hampir semuanya murka dan seperti sudah ingin ngamuk. Termasuk Pak Yayan tentunya, supervisor yang sudah bekerja di sana kurang lebih 20 tahun. Dia melotot geram ke arahku. Aku sendiri adalah karyawan paling junior. Maksudnya, yang paling akhir bergabung di perusahaan tersebut. Baru setahun yang lalu aku bekerja di perusahaan tersebut.

    "Lho, kan ini memang kabar penting? Amanat itu penting, kan? Saya dosa lho, kalau sampai melalaikan amanat. Masih untung dia cuma titip salam sama semua anak-anak elektronik. Gimana kalau dia titip salam sama seluruh karyawan? Pak Direktur harus mengumpulkan semua karyawan, donk?"

    "KAMMMMP********t!"

    "BUBAAAAARRRrrrrrr!" 

    "Gila, lu!" Pak Yayan melotot horor.

    "Hahahhahaha...." Aku pun tertawa puas.

*tamat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Siraul Nan Ebat Sebut Menpora Tak Dikenal Publik Sebelum Indonesia Juara Piala Thomas

Penulis buku calon terkenal Rekreasi Hati  viral di internet. Siraul Nan Ebat, sang penulis, menyebut Menpora tak dikenal publik sebelum Ind...