28 Okt 2013

Pemuda 'Hallo Selebriti'

-->
Posting Ke-20

Apa kaitan Sumpah Pemuda dengan para artis menimbulkan pertanyaan di otak landai saya. Setiap peringatan Hari Sumpah Pemuda mesti para artis lah yang jadi sasaran para pemburu berita, khususnya media infotainment. Kepada para artis disodorkan pertanyaan soal makna Sumpah Pemuda. Hampir semua infotainment menanyakan soal yang sama, termasuk ‘Hallo Selebriti’ tentunya, hahaha…!

Okelah, namanya saja infotainment, jadi narasumbernya mesti para artis, bukan? Persoalannya, Sumpah Pemuda itu tujuannya jelas bukan untuk hiburan, apalagi untuk sekadar bermain-main. Mana ada yang namanya ‘sumpah’ dijadikan sebagai ‘hiburan atau mainan belaka. Lagipula tak satupun dari artis narasumber tersebut yang tercatat sebagai saksi sejarah, apalagi terlibat dalam Sumpah Pemuda itu. Artis itu dunianya sekadar hiburan saja. Pura-pura belaka. Sedang Sumpah Pemuda adalah soal yang begitu seriusnya. Jadi mestinya tak ada kaitan sama sekali antara artis dan Sumpah Pemuda.

Apa yang bisa kita ambil dari para artis soal Sumpah Pemuda? Keteladanan? Sebagai public figure mestinya mereka memang jadi panutan. Masalahnya, banyak diantara mereka adalah sosok yang jauh dari layak untuk diteladani. Banyak memang artis berprestasi, tapi yang dikenal karena sensasi dan kontroversinya malah jauh lebih banyak lagi.

Pemuda dulu belajar dari pengalaman, sedang para pemuda kini belajarnya dari tontonan.
Para pemuda-pemudi dulu mengorbankan harta bahkan nyawa demi kehormatan dan harga diri bangsa. Kita, muda-mudi jaman ‘Hallo Selebriti’ banyak yang malah berlaku sebaliknya, mengabaikan kehormatan dan harga diri demi mengupdate rokok dan pembalut. Tontonan adalah satu diantara sebabnya.

Sebagai artis biasa, dia cuma muncul di tipi dan di koran. Tapi sebagai artis porno, di Handphone pun dia bisa eksis, hahaha…! Sebagai penyanyi, seluruh albumnya cuma laku sekian juta keping. Sebagai artis film, dia cuma nongol di bioskop sekian waktu dalam setahun. Tapi sebagai actress 3GP, dalam seminggu saja sudah puluhan juta download, hahaha…!

Ada artis yang karena kelakuan telah mematahkan karirnya sendiri. Dia meroket jauh tinggi hanya untuk jatuh dari ketinggian yang dia ciptakan sendiri. Semakin tinggi dia terbang, semakin parahlah kejatuhannya. Kebangkrutan adalah soal yang lupa dia hitung, dan sekarang sudah berada tepat mengancam di depan matanya.

Saya bisa membayangkan konflik batinnya saat itu. Saya bisa menerawang pikirannya untuk bunuh diri saja. Tapi dia pasti tak ingin mati. Mati bunuh diri saja sudah demikian horornya. Apalagi sudah matinya bunuh diri, dosa kelakuan minusnya itu ikut pula pasti. Sudah menghadap Tuhan dengan bekal berlipat-lipat dosa, meninggalkan aib pula bagi manusia yang mengenalnya. Kambing kurban saja matinya bangga dan menghadap Tuhan dengan kepala tegak karena diiringi seluruh umat Islam dengan doa. Jadi dia pasti pilih hidup saja, meski tentu saja tak mudah.

Kesulitan pertamanya tentu soal nama baik yang mesti dipulihkan. Persoalannya itu bukan main rumitnya di Indonesia. Kita sudah diajarkan pepatah ‘sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang takkan percaya’. Dia juga pasti mengerti pepatah ini. Jadi dia juga tau cara mengatasinya: TEGAR.

Dapurnya mesti berasap. Gatalnya butuh digaruk, hahaha…! (kumat). Lagipula sebagai (mantan) artis terkenal dia butuh untuk tetap eksis. Inilah kelebihan artis terkenal, tetap punya akses ke dunia tipi. Kelakuan adalah soal belakangan, yang utama adalah nilai jual beritanya. Itulah pula yang membedakannya dengan saya yang baru calon artis. Meski kelakuan saya tak parah begitu, tapi dia menyalib saya melulu, hahaha…! Jadilah, dia kembali jadi tontonan dan saya tetap jadi penonton. Dan sebagai penonton, dialah yang kita jadikan tuntunan.

Kepanjangan dan mulai ngawur. Ntar aja lanjutannya yaa, hehehe…:D

*Selamat Hari Sumpah Pemuda…!

Related Posts

Pemuda 'Hallo Selebriti'
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.