12 Mar 2014

Pemakai Passport Itu Masih Hidup...?


Barusan baca berita dari asatunews dot com … Dan saya melihat banyak sekali yang aneh dari beritanya. Mari kita simak sama-sama…

Tak dijelaskan kapan dia berangkat dari Iran menuju Malaysia. Yang pasti, dari Iran dia berangkat menggunakan passport atas namanya sendiri. Dia nyuri/beli? passport warga Austria itu setiba di Malaysia, padahal passport itu hilang di Thailand 2 tahun lalu. Ga match, nih…???

Status Facebook sebelumnya dia menulis kegembiraannya karena dia akan segera pergi ke Frankfurt, Jerman karena ibunya telah menunggu di sana untuk mendampinginya memulai hidup yang baru. Di sini terlihat bahwa dia kemungkinan besar adalah sebagai pencari suaka di Eropa, karena kondisi social politik di negaranya Iran.

Status berikutnya tanggal 24 Februari menunjukkan kalau dia akan melakukan sesuatu yang (mungkin) buruk. Karena itu dia menulis status permintaan maaf kepada teman-temannya.

"Karena beberapa masalah, saya akan menonaktifkan akun saya. Teman-teman, serius, jika saya sudah melakukan hal yang buruk, maafkan saya karena mungkin .., " .

Apa kira2 yang ganjil? Apa maksudnya dengan melakukan hal yang buruk sehingga dia merasa perlu untuk minta maaf? Saya rasa itu bukan karena dia (mungkin akan) ketahuan bila menggunakan passport palsu. Untuk apa sampai minta maaf segala sama teman-teman Facebooknya hanya karena dia pakai passport palsu, kan? Jadi ‘melakukan yang buruk’ apa yang dia maksud?

Setiba di Malaysia dia juga sempat posting foto antara lain di menara Petronas. Menyadari ini maka temannya sadar bahwa dia sudah di Malaysia. Ditanya akankah kembali, dia bilang tidak.

Itu tanggal 4 Maret, 2 hari sebelum keberangkatan dari Malaysia. Dia bilang takkan kembali. Kenapa? Karena dia memang akan tinggal di Jerman, atau karena dia akan melakukan sesuatu yang buruk itu? Yang mungkin saja akan berisiko besar?  Masih misteri…???

Setelah melewati pemeriksaan passport di Bandara International Kuala Lumpur dia kembali menulis status, "Terima kasih kepada semua orang yang mendoakan saya, saya aman”. Ini berarti, Sabtu pagi tanggal 6 Maret.

Dia bilang bahwa dia aman. Aman dari apa? Kemungkinan besar karena dia berhasil lolos dari pemeriksaan passport. Itu berarti dia memang menggunakan passport curian untuk…? Melakukan yang buruk atau karena dia akan bisa sampai ke Jerman?

Dari screenshot yang didapat asatunews itu saya mengetahui bahwa photo yang dipostingnya bersifat public, artinya untuk umum. Benar bisa diperdebatkan alasannya. Tapi setidaknya saya meyakini bahwa yang bersangkutan ingin menyampaikan bahwa dia sudah sampai di Malaysia, dalam rangka transit untuk selanjutnya…

Teruuus….?

Sampai sebelum berangkat itu, Sabtu 6 Maret pagi Facebooknya masih aktif. Dia memang pernah katakan akan menonaktifkan Facebooknya. Saya cek sendiri tadi saya memang tak menemukan akun tersebut, meskipun dari screenshot mengabarkan bahwa (setidaknya) poto yang diposting itu bersifat umum, untuk public. Jadi saya yakin dia memang sudah menonaktifkannya. Pertanyaannya: kapan dia melakukannya?

Lolos dari pemeriksaan passport tanggal 6 Maret pagi itu Facebooknya masih aktif, karena dia sempat update status. Kapan dia menonaktifkan akunnya itu? Mestinya setelah dia update status sebelum naik pesawat, kan? Tapi, kapan asatunews mendapatkan screenshoot tersebut? Pasti setelah pesawat dikabarkan hilang dan diketahui identitas pemakai passport curian itu kan? Apa mungkin setelah pesawat itu hilang dan identitasnya diketahui, si pemakai passport curian itu sempat2nya untuk menonaktifkan Facebooknya?

Jadi kesimpulan saya: Apapun nasibnya itu pesawat, yang pasti si pemakai passport curian itu masih hidup, setidaknya sampai dia menonaktifkan Facebooknya dan asatunews masih sempat melihatnya…???

ANEH KAN…?

Related Posts

Pemakai Passport Itu Masih Hidup...?
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.