Halaman

26 Mar 2014

Ribas Magical Art Part 2

-->
Ribas cuma punya 2 album + juga 2 album indie/mini. Tapi lihat donk, kualitasnya! Lagu ‘Menunggu Ternyata Menyakitkan’ dibuat versi barunya oleh Pinkan Mambo. Lagu 1000X Maaf malah dibuatkan vidklip-nya saat dipakai di album Aris Indonesian Idol. Juga ada lagu ‘Seseorang Yang Lain’ yang dipakai oleh Gede Bagus, mantan kontestan X Factor Indonesia. Ada musisi lain yang begitu? Sudah berapa album yang dihasilkan Peterpan, Ungu, dan lainnya? Berapa banyak lagu mereka yang sudah dibuatkan fresh version-nya? Ada? Jangan ngomong Wali atau ST 12 deh! Apalagi kangen Band, wkwkwk…!

Lirik yang berkelas, sangat sadar EYD dan nyambung. Ada lagu ‘Juminten’ yang menceritakan tentang seorang cewek yang sedang di Amerika, entah kenapa ada pula di bagian liriknya “…Indonesia Raya…”, hahaha…! Di mana nyambungnya?

Juga ada lirik yang bikin pusing.

“…
Cobalah kau lihat di langit biru
Rangkaian bintang-bintang
Cobalah kau pilih di antara itu
Tunjukkan padaku
…”

By: Radja

Bagaimana mungkin saya bisa menghayati ini lagu. Langit itu terlihat biru di siang hari. Dan setahu saya bintang tak pernah terlihat di siang hari. Untuk menghayati sebuah lagu, saya mesti berada dalam situasi seperti yang dilukiskan oleh lagu tersebut. Tapi jujur saja, saya bingung membayangkan  ada bintang yang terlihat di langit biru, di siang hari…?
Sungguh beda dengan karya-karyanya Ribas. Bahkan saya yakin, lagu Simphoni Hati tak dimasukkan ke dalam album resmi adalah karena liriknya yang sungguh terlalu kuat. Ini adalah salah satu lagunya yang betul-betul saya suka, tapi bahaya. Saya yakin, Ribas sangat tahu itu. Tanpa mental yang kuat pendengarnya, ini lagu bisa merusak jiwa. Galaunya lirik Butiran Debu, Lelaki Yang Menangis atau Kekasih Buat kekasihku belum ada apa-apanya ketimbang lagu yang satu ini.

Mentari pagi datang kembali sakitkan kulitku
Aku akan tetap seperti biasa, duka yang tak kunjung hilang.
Berkaca diri tetap temukan wajah yang seperti kemaren

Tak ada yang berubah, lelah berharap
Kusadar diri aku tetap hina
Dian (rusak, wkwkwk) yang kuharapkan tak kunjung datang.
Ingatkan bahwa aku tetap hina

Coba perbaiki hati,
mungkin bisa membuat ini ke arah yang sempurna,
seperti yang selalu kudamba

Berkaca diri tetap temukan wajah yang seperti kemaren
Saat engkau jauh dan aku terjatuh
Tetap terluka seperti dahulu
Tak ada yang berubah, lelah berharap
Kusadar diri aku tetap hina
Dian (rusak, wkwkwk) yang kuharapkan tak kunjung datang.
Ingatkan bahwa aku tetap hina

Galau sangat kan, liriknya. Terlalu bahaya, tanpa ada sisi optimisnya. Apalagi penjiwaan yang sungguh menghasut saat menyanyikannya lagunya. Inilah yang saya yakini kenapa lagu keren begini tak diberi porsi di album resminya.

“Ingatkah engkau padaku, yang dulu menatap pergimu dengan penuh duka. Ingatkah engkau padaku, yang pernah mencoba menahanmu dengan air mata. Ingatkah engkau pada bahu lemah ini, tempatmu bersandar dan bercerita tentang cinta” ~ Aku Rindu Padamu. 
-->

Galau tak dengar liriknya…? Cuma lagu Minang yang bisa ngimbangi lirik lagunya, hahaha…!

Sambung nanti lagi, yaa…! Tenang aja, kalau soal Ribas (dan Dian) ga bakal ada habisnya, hahaha…!

4 komentar:

  1. bagi laguna ck,... simponi hati...

    BalasHapus
  2. Judul lagunya apa boss,
    Mentari pagi datang kembali sakitkan kulitku
    Aku akan tetap seperti biasa, duka yang tak kunjung hilang.
    Berkaca diri tetap temukan wajah yang seperti kemaren

    BalasHapus

The Convenient Marriage

Gambar nyomot di Goodreads Elizabeth, Charlotte dan Horatia adalah putri dari keluarga Winwood. Lizzy, si sulung terkenal sangat cantik. Cha...