Halaman

6 Mar 2014

Selamat Jalan, Senior... (:

-->
Kenapa mesti Jojon yang meninggal? Kenapa tidak para koruptor saja? Aneka kesusahan dan keruwetan hidup di Indonesia ini adalah ulah para koruptor yang dengan rakusnya melahap uang negara yang seharusnya digunakan untuk pembangunan. Apa yang bisa menetramkan  rakyat dengan aneka kesulitan hidupnya? Mestinya adalah masih adanya kemampuan untuk tertawa. Nah itulah yang selama ini dilakukan oleh para pelawak kita.

Melawak itu profesi mulia, asal lucu. Banyak lawakan yang gagal lucu, meski itu (mungkin) berdasarkan persepsi saya sendiri.

“Walang Sangit”, kata yang satu.

“Kecoak Bunting”, balas yang satunya lagi.

Di mana sih, letak lucunya? Apa saya yang gagal mengerti? Anehnya kenapa para penonton bertepuk tangan melihat lawak jenis begituan, termasuk juga tuh bertepuk tangan melihat sialnya seorang pelawak yang didorong jatuh dengan sengaja. Makin seru jatuhnya makin gemuruh pula tepuk tangannya. Makin belepotan mukanya, makin meriah sorakannya. Sungguh, saya gagal paham terhadap lawakan yang begitu. Ada yang bisa menjelaskan?

Dan sekarang, tadi pagi Jojon telah kembali menghadapNYA. Di tengah maraknya jenis lawakan ‘bangke’ Jojon lah satu dari sedikit pelawak yang tetap konsisten dengan idealisme lawakannya. Sederhana tapi menghibur. Lucu tapi tak mesum. Ikonik, sebab punya gaya sendiri. Tak banyak pelawak yang seperti Jojon. Sungguh satu sosok yang layak diteladani bagi pelawak-pelawak lainnya.

”Dia adalah guru saya”, komentar salah satu pelawak.

Beneran situ ‘murid’nya Jojon? Jangan sembarangan! Menganggap Jojon sebagai guru mestinya mampu menjaga ilmu lucunya Jojon. Jojon tak pernah menghina, apalagi sampai mengatai seorang seperti ‘walang sangit’ begitu. Jojon tak pernah melucu dengan ‘menumbalkan’ teman mainnya. Jojon juga sopan terhadap wanita lawan mainnya. Menganggap Jojon sebagai guru bagi pelawak-pelawak seperti itu adalah menghina Jojon, Pahaaam…?


*Selamat Jalan, Senior… (:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The Convenient Marriage

Gambar nyomot di Goodreads Elizabeth, Charlotte dan Horatia adalah putri dari keluarga Winwood. Lizzy, si sulung terkenal sangat cantik. Cha...