Halaman

7 Agu 2014

Save Rekreasi Hati



Dear Para Penggarukku…!

Teman-teman semua, tenang saja! Benar, tanpa Dian, Rekreasi Hati akan mati. Tapi sebagai penulis saya akan tetap hidup. Dian memang bintangnya, tapi tetap takkan lebih besar dari Rekreasi Hati sendiri. Karenanya, saya akan tetap berjuang demi cita-cita Rekreasi Hati. Saya akan perjuangkan Dian saya, sampai kemudian dia menikah dengan orang lain.

Jauh, sebelum ‘mengenal’ Dian saya sudah bertekad mewujudkan RH jadi buku best seller, aamiin…! Saya pernah berjanji kepada Twitter, ehh…haha… ! bahwa RH akan jadi sebuah karya masterpiece. Demi gengsi dan agar tak malu-maluin, makanya saya sengaja nge-twitnya tengah malam,saat semua follower saya yangg saat itu cuma 3 orang sudah tidur, hahaha…! Masih ada twitnya, sempat saya screenshot tapi entah di mana pula letaknya. Lupa. Kalau teman-teman tak sibuk, silakan saja scrolling TL saya. Kalau ga salah itu twit sekitar bulan Juli atau September 2011, hahaha…!

Ohya, 30 April 2013 saat pertama kali kami ‘saling kenal’, Dian cuma tertawa saat saya minta doa restunya supaya RH bisa terwujud jadi sebuah buku. Tapi lewat sebuah peristiwa dramatis, hanya dalam 4 bulan berikutnya, fakta juga, dialah pula yg akhirnya meyakinkan saya bahwa itu akan terwujud, aamiin…!

Saya makin tinggi saat Dian bilang berencana untuk mewujudkannya juga. Sempat tak percaya, sampai dia mengatakannya 3x. Saya baru benar-benar yakin setelah minta konfirmasi pada seorang temannya. Yaa, dan sejak itulah saya dan Dian bertekad untuk mewujudkannya.

Dian bilang RH akan disusun Juni 2014. Saya sendiri diam-diam bertekad malah launching saat dia merayakan 21th-nya yang justru jatuhnya di awal Juni itu juga, walau kemudian gagal gegara hal remeh, printer macet, hahaha…!
Tanggal 16 Juni, Dian memproklamirkan bahwa selambat-lambatnya 3 bulan berikut, RH akan dirilis. Jauh sebelumnya, kira-kira hampir setahun yang lalu kami berdua juga sudah bertekad dengan slogan ‘2014 Pasti Bisa’. Mudah-mudahan Dian selalu ingat ini, aamiin…!

Sejatinya, RH tinggal drop ke percetakan. Masternya bahkan saya sudah miliki. Kecewa dan sedih tentu saja, saat mesti ditunda untuk waktu yang tak bisa saya duga. Tapi Insya Allah, dengan bantuan doa dari teman-teman semua RH bisa di-launching, segera, aamiin…!

RH masih on track, meski jalannya ternyata berliku-liku. Masih ada 4 bulan lebih lagi untuk memvonisnya gagal ikrar. Saya sendiri yakin  mampu membereskannya. Caranya, tentu saja dengan merebut Dian kembali, hahaha…!

Kami saling kenal dan terasing dengan cara yang unik. Berakhir tanpa awal, berpisah walau tak pernah bersatu, putus meski tak pernah bersambung. Kami tak pernah saling membenci. Saling menyayangi dengan menyakiti diri sendiri. Saya menyayanginya, walau dengan menyakiti diri sendiri. Dian pun begitu pula. Menyakiti dirinya sendiri, demi menyayangi saya, walau entah sebagai apa.
I
tulah dia CINTA.

Kami berdua ternyata saling mencinta. Cuma butuh dikelola agar jadi manfaat bersama. Tertundanya RH hanya karena kami adalah manusia biasa. Sepandai-pandainya Superman terbang, toh bila gatal akan menggaruk juga. Itulah pentingnya perbedaan dalam sebuah hubungan. Takkan terpisahkan, karena kami akan disempurnakan oleh perbedaan.

Lihatlah, betapa anehnya kisah cinta kami! Produser mana yang pernah buat sinetron seunik sejarah kami? Cuma Allah SWT yang bisa buat skenario begini. Ini pasti terlalu mahal kalau dianggurkan begitu saja. Itulah kenapa saya optimis bahwa saya mampu dan akan terus perjuangkan Dian dan Rekreasi Hati. Doakan yaa, teman-teman…!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The Convenient Marriage

Gambar nyomot di Goodreads Elizabeth, Charlotte dan Horatia adalah putri dari keluarga Winwood. Lizzy, si sulung terkenal sangat cantik. Cha...