19 Nov 2014

Sense of Issue



Imajinasi tentang perkara kerak timah solder itu memang mengerikan saya. Tapi apakah saya tak bisa mengkreasi kegembiraan karena kasus itu? Uupps, jangan salah! Saya adalah ahlinya, hahaha…!

Kebiasaan nonton ‘Halo Selebriti’  membuat saya peka terhadap isu. Di lingkup kecil seperti di perusahaan tempat saya bekerja, perkara itu terhitung besar. Jadi mana mungkin saya dan juga kami semua bisa melewatkan hal2 itu begitu saja. Setidaknya demi kegembiraan bersama.

Dengan lagak bak detektif ulung saya beberkan analisa saya. Maka saya tuduhlah seorang teman, hahaha….!

“Hilangnya hari apa? Minggu, kan? Kenapa Cak Nur hari Minggu itu tiba2 bertugas di bagian sablon? Padahal hari sebelumnya dan juga  hari ini, Senin tidak?”, kata saya memancing kegembiraan.

“Waaah, iyyya juga! Cak Nur layak dicurigai nih!”, teman2 yang lain mulai terhasut. Sementara Cak Nur yang tahu persis kelakuan saya cuma mbrengut, hahaha…!

“Kalian lihat deh! Darimana Cak Nur bisa beli sepatu baru? Padahal sekarang kan bulan tua?”, tambah saya makin meyakinkan, hahaha….!

“Orang gila kalian dengerin”, Cak Nur protes dan kabur, hahaha…!

Intinya adalah, saya, kami dan kita biasanya peka  dengan gosip termasuk juga tentunya dengan isu-isu hukum. Jika kita tertarik demi kegembiraan, adalah aneh kenapa aparat hukum malah tak mau tahu dan malah abai terhadap isu2 hukum, bahkan saat banyak bukti sudah terpapar di depan mereka. Lihat saja kasus Trio Macan, misalnya!

Berkali-kali akun ini membeberkan data2 hukum dan sampai mengajukannya kepada aparat KPK, Kejaksaan dan Kepolisian semua cuek. Tak ada yang diusut lebih lanjut. Mana kepekaan mereka? Sebaliknya, demi satu pesanan kepentingan, malah si Macan yang ditangkap?

Saya bela si Macan? Terserah mau bilang apa. Saya sangat sadar bahwa mereka sudah disusupi dan terkontaminasi pihak2 korup itu sangat mungkin. Bahwa cuap2 mereka tak layak dipercaya 100% saya juga sadari. Tapi selama apa yang mereka sampaikan layak dipercaya, mereka adalah inspirasi, pejuang yang sangat layak untuk kita bela. 

Saya melihat berita penangkapan mantan adminnya itu, termasuk juga blow-up besar2an kasus status Facebook Ervani Handayani, atau M Arsyad si tukang sate itu adalah untuk tujuan politik semata. 100% kepentingan politik. Bahkan kasus si tukang sate adalah kasus basi berbulan yang lewat, kenapa kok tiba2 diupdate lagi? Tujuannya apalagi kalau bukan untuk meneror akun2 kritis lainnya, selain untuk pengalihan isu2 kebijakan hitam pemerintah yang lain.

Mungkin tak ada yang sadar, kenapa saya posting hal2 basi kayak perkara kerak timah solder ini? Nah begitulah pula cara kerja media2 milik dan bayaran politisi itu menghipnotis pemirsa. Saya juga cuma sekadar mengalihkan isu bahwa saya sedang galau dan kangen Dian, hahahaha….! *Galau Lagi 

Related Posts

Sense of Issue
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.