4 Apr 2015

Kematian Itu Keren, Maka Matilah Dengan Keren



Bukan agar takut mati Islam maka Islam perintahkan umatnya untuk sering mengingat kematian. Sebab selain pasti, mati itu juga keren. Maka matilah juga dengan keren.

Kematian mantan mertua bisa jadi reuni antara mantan istri dan mantan suaminya. Inilah saat yang tepat seorang wanita menghibur orang yang dulu telah ‘merebut’ suaminyanya. Perpisahan tahunan bisa berubah jadi reuni besar karena kematian seorang kerabat. Seorang paman bisa jadi pertama kalinya mengenal keponakannya karena satu peristiwa kematian. Bahkan pertemuan bersejarah seorang nenek dan cucunya untuk pertama dan terakhir kali dan satu-satunya bisa terjadi karena pertistiwa kematian.

“Reuni Guns N Roses hanya akan terjadi jika salah seorang di antara kami ada yang mati”, kata Slash sang gitaris soal permusuhan abadinya dengan sang vocalist Axl Rose.

Kehidupan kota yang anti social bisa berubah drastic karena kematian. Seorang tetangga untuyk pertama kali tahu nama tetangganya justru karena kematian sang tetangga. Bengkel motor bisa tutup operasi saat tetangganya mati, walau sebelumnya tak pernah bertegur sapa sama sekali. Semua ikut bergotong-royong, bahu membahu membantu prosesi pengurusan jenazah. 

Dari rupanyanya saja sudah mendeskripsikan betapa horornya orang ini. Badan besar tegap penuh tattoo itu makin disempurnakan dengan kumis yang gondrong dan tampang yang brewokan. Jagoan, jawara dan preman pasar. Beberapa saat lalu para pedagang kecil dengan mimic penuh belas kasihan menunduk dihadapannya. Dan sekarang dia meraung-raung cuma dihadapan seorang anak kecil, cewek dan sudah mati pula. Putri tercintanya meninggal. Jeritannya yang memilukan sungguh tak bisa dibandingkan dengan kesedihan para pedagang kecil yang baru saja dipalaknya.

Kematian mampu merubah segalanya jadi lebih baik, walau bias jadi tak permanen. Seorang yang biasanya tampil seksi, mendadak berkerudung karena sebuah peristiwa kematian. Bahkan seorang yang masih belum utuh kesadarannya dari mabuk bisa saja begitu khidmat mengikuti seluruh proses pengurusan jenazah temannya. Dialah pula yang terakhir pulang, setia duduk di samping tanah kuburan yang masih merah itu, saat semua sudah pulang ke rumah masing-masing.

Kebejatan hidup seolah tak terlihat saat seorang mati. Jenazah si tukang onar tetap diurus dengan layak oleh orang-orang yang juga layak mengurusnya. Olga yang begitu sering ‘bermasalah’ dengan banyak pihak ternyata mati dengan begitu kerennya. Seluruh kebaikannya muncul. Ini juga salah satu bukti betapa sifat riya dan pamer itu sungguh tak perlu, sebab akan muncul otomatis saat seorang sudah mati. Bukan saja kerabat dekat, bahkan orang yang sama sekali tak dikenalnya rela datang jauh-jauh demi sekedar memberikan penghormatan terakhir.

Keburukan habis kebaikan timbul. Demikian kerennya kematian itu. Maka sungguh sayang jika kerennya kita nodai dengan kelakuan minus kita selama hidup. Gambaran peristiwa kematian menunjukkan dengan telak nilai dan kualitas hidup kita. Ada yang didoakan setelah mati. Ada pula yang didoakan segera mati. Jadi walau keren disholatkan di depan imam, sholat dibelakangnya tetap yang terpenting.

*Selamat berakhir pekan…!

Related Posts

Kematian Itu Keren, Maka Matilah Dengan Keren
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.