Halaman

13 Jun 2015

Review Ngawur Indonesia vs Thailand



Beberapa saat setelah pertandingan tadi malam saya bisa bertemu dan berbincang-bincang dengan pihak SCTV Sport. Berikut transkip dialog ngawur kami…

Raul     :Keputusan memasang Bung Towel sebagai komentator di babak kedua saat lawan Singapura terbukti membawa perubahan besar pada permainan tim U-23 kita. Baru 3 menit Evan Dimas sudah membobol gawang lawan dan Indonesia melaju ke semifinal. Nah, kenapa tadi SCTV malah memasang Bung UK (Yusuf Kurniawan) sebagai komentator?

SCTV    :Biasa saja. Rotasi demi kebaikan tim. Ingat,anak-anak bermain tiap 2 hari sekali. Sangat menguras stamina. Bung Towel butuh diberi istirahat.

Raul     :Tapi begitu ketinggalan 0 -2 di babak pertama tadi mestinya Bung Towel juga bisa dipasang lagi,kan? Seperti 2 hari lalu saat lawan Singapura?

SCTV    :Ketinggalan 2 gol membuat kita harus perkuat lini depan. Kita lebih butuh pencetak gol ketimbang komentator. Itu makanya tadi Muchlis Hadi yang dimasukkan.

Raul     :Tapi kenyataannya penampilan tim malah makin memburuk. Kebobolan 3 gol lagi. Pergantian yang dilakukan tak efektif. 

SCTV    :Pertahanan kita tadi sungguh buruk. 

Raul     :Padahal kita punya posisi bek kita diisi oleh legenda bola asal Brasil Vava dan Mario Zagalo.

SCTV    :Entahlah. Justru mainnya jelek. Makanya tadi diganti sama Zalnando.

Raul     :Ngomong2 tentang Vava Mario Zagalo kenapa mereka bisa perkuat Indonesia? Bukankah mereka sebelumnya sudah pernah memperkuat Brasil? Jadi legenda malahan…?

SCTV    :Aturan FIFA kan membolehkan. Jika mainnya masih di kelompok umur pemain boleh memperkuat tim senior untuk Negara lainnya.

Raul     :Tapi kan ini kasusnya terbalik? Mereka sudah jadi legenda tim senior Brasil, kenapa malah sekarang main untuk tim muda Indonesia?

SCTV    :Malah bagus, kan? Hahaha…! Ngaco saja kau ini!

Raul     :Balik lagi ke pertandingan tadi. Saya masih curiga, kenapa Bung Towel tidak dipasang? Ada konflik?

SCTV    :Konflik? Tak ada. Tim kita tetap solid.

Raul     :Barangkali karena tindakan indiplinernya kemaren dia diberi sanksi, mungkin?

SCTV    :Tindakan indisipliner yang mana?

Raul     :Karena dia datang terlambat saat pertandingan lawan Singapura. Makanya dia diberi sanksi. Tak dipasang saat lawan Thailand?

SCTV    :Isu itu tak benar sama sekali. Honornya saja yang dipotong, hahaha…! Bung Towel tetap penting bagi tim. Pada pertandingan ke depannya bisa saja dia dipanggil lagi, kan? Who knows?

Raul     :Kekalahan tadi memupus harapan kita meraih medali emas. Menurut Mas, ke depannya apa mestinya yang harus kita perbuat?

SCTV    :Kalah menang dalam bertanding itu biasa. Tak perlu disesali. Soal medali emas itu sebenarnya urusan orang-orang pintar.

Raul     :Maksudnya? (bingung maksimal)

SCTV    :Kita ini sudah salah dari awal. Kita sendiri sebetulnya kan punya tambang emas terbesar di dunia. Bayangkan misalnya, Tibo, Boaz, Wanggai dan atlet-atlet asal Papua lainnya ditugaskan dapat medali emas. Padahal tambang emas yang dikampungnya malah diberikan pada Freeport Amerika. Kasihan mereka. Usia mereka masih panjang. Bayangkan, anak-anak muda itu kita tugaskan merebut medali emas satu persatu. Sedang sarjana-sarjana, orang-orang pintar yang duduk di pemerintah malah menyerahkan tambangnya pada Amerika. Mestinya mereka itulah yang ditugaskan merebut tambang emas kita yang terbesar di dunia itu lagi. Bukan malah menyuruh anak-anak muda itu. 

Raul     :… (hening)

*Tamat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Siraul Nan Ebat Sebut Menpora Tak Dikenal Publik Sebelum Indonesia Juara Piala Thomas

Penulis buku calon terkenal Rekreasi Hati  viral di internet. Siraul Nan Ebat, sang penulis, menyebut Menpora tak dikenal publik sebelum Ind...