15 Mar 2017

Kaset Pengajian dan Adzan Yang Terlambat

Mata untuk melihat
Telinga untuk mendengar

Hidung untuk mencium

Lidah untuk merasa

Kulit untuk meraba


Kelima indera tersebut akan nihil manfaat jika Allah SWT tak menganugerahi kita otak untuk berfikir. Aneka petunjuk yang ditangkap panca indera tersebut butuh respons otak untuk beraksi dan bereaksi. Melihat, mendengar, mencium, merasa dan meraba bahaya tanpa respons otak takkan menghindarkan  kita dari bahaya. 


Innallazina kafaru sawaun `alaihim a anzartahum amlamtunzirhum laa yu`minuun.

Khatamallahu `ala qulubihim, wa `ala sam`ihim, wa `ala absharihim ghisyawatuwwalahum azabun adziim.


Sesungguhnya orang2 kafir itu sama saja bagi mereka engkau beri peringatan atau tidak mereka tidak akan beriman.

Allah mengunci hati mereka, pendengaran, dan penglihatan mereka telah tertutup. Dan bagi mereka azab yang amat pedih. (Al-Baqarah 6 dan 7).


Orang-orang kafir itu ngeyel. Takkan mempan dinasehati karena mata dan telinag mereka telah tertutup dan hati mereka telah dikunci Allah SWT. Ini ayat yang keren dan saya merasa penting untuk membaginya. Posted.


Di beberapa mesjid telah terdengar suara adzan. Sedang di mesjid terdekat masih memutar kaset pengajian. Saya masih sibuk bekerja walau dengan santai sembari duduk.


Berhubung jarak mesjid cukup dekat, volume kaset pengajiannya pas di telinga dan surat yang dibaca cukup familiar, spontan saja saya ikut ‘menyenandungkan ayatnya. Dan, ehh…!


Itukan surat Al-Baqarah ayat 6 dan 7 yang beberapa waktu lalu saya posting? Kenapa saya ‘masih diam’? Apakah saya yang dimaksud ayat tersebut? Orang kafir yang tak mempan diberi petunjuk?


Sudah adzan woooooy, Siraul Nan (katanya) Ebat…!


PS: Allah SWT selalu punya cara memberi hambaNYA petunjuk. Termasuk via kaset pengajian dan adzan yang terlambat.

Related Posts

Kaset Pengajian dan Adzan Yang Terlambat
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.