Halaman

21 Agu 2017

Kapan Ceramahnya, Nih?

Akhirnya yang ditunggu datang juga. Jam sembilan tepat acara dimulai. Ini berarti sekitar satu setengah jam molor dari waktu yang direncanakan. Tapi yaa, sudahlah! Niat saya ke sini hendak mendengar ceramah. Ini dalam rangka ibadah. Tak perlu marah-marah (mestinya)

Dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Dan seperti biasa, kata sambutan dulu. Pertama, dari Ketua Panitia Penyelenggara.

"Duh, kapan ceramahnya, nih?", kata seorang di sebelah saya.

Ini mungkin kekesalan umum banyak jemaah lainnya. Setidaknya, saya juga mempertanyakan hal yang sama.

Kata sambutan panitia sebetulnya sangat baik. Dia menyampaikan ucapan terimakasih kepada semuanya. Yaa, kepada para petinggi yang hadir, dan kepada semua jamaah tentu saja.

Menurut saya ini aneh. Kepada panitia lah mestinya kami, kita dan semua yang hadir perlu berucap terimakasih. Mereka mendatangkan seorang penceramah terkenal, yang sekarang sedang digandrungi banyak orang. Jarang-jarang ada kesempatan seperti ini. Bagi saya pribadi inilah pertamakalinya saya (akan) mendengar langsung ceramah seorang yang pernah tampil di tipi. Saya belum pernah datang di tabligh akbarnya Zainuddin Mz, pengajian AA Gym, atau Arifin Ilham, Yusuf Mansyur dan lainnya. Inilah pertamakalinya saya mendengar langsung ceramah dari seorang 'ustadz seleb'. Maka sebetulnya sayalah yang mestinya berucap terimakasih kepada panitia penyelenggara.

Sayangnya, saya tak diberi kesempatan berucap sepatah dua kata. Malangnya lagi, panitia yang berucap terimakasih tersebut malah saya omeli pula.

"Kapan ceramahnya, nih?".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The Convenient Marriage

Gambar nyomot di Goodreads Elizabeth, Charlotte dan Horatia adalah putri dari keluarga Winwood. Lizzy, si sulung terkenal sangat cantik. Cha...