Halaman

2 Sep 2017

Harap Maklum

Ada pemeluk agama yang pingsan mendengar penista agamanya divonis penjara. Saya berbaik sangka saja. Mungkin dia memang tak kebagian nasi bungkusnya. Saya maklum.

Ada yang begitu mati-matian bela penista agamanya. Begitu mati beneran maunya disholati ulama. Saya maklum, mereka beragama. Mungkin imannya saja yang kurang.

Ada begitu banyak yang percaya dengan kasus-kasus aneh tuna logika dan perkara-perkara hasil rekayasa. Dungunya memang buat malu manusia. Tapi maklumi saja! Bisa jadi benar kata Rocky Gerung. Bahwa ada manusia yang IQ-nya 200, tapi digabung sekolam.

Ada orang yang memperkarakan utang orangtuanya . Ada menteri kordinator yang mengurusi bidang kesejahteraan menganjurkan rakyatnya jangan makan, sebab beras mahal. Ada kaum minoritas,  yang dengan PeDenya menghina kaum mayoritas. Kaum pendatang menghina pribumi. Ada konter henpon nyari karyawan yang bisa berbahasa Cina, padahal PT Semen Padang saja tak pernah minta calon pegawainya menguasai bahaso Awak. Ini jelas tak punya otak.

Tapi ada yang nyinyiri hastag, dukungan dan aksi simpati terhadap pembantaian yang dialami etnis Rohingnya? Ada dan banyak sekali. Ini jenis yang sudahlah tak berotak, hati tak punya pula. Kalau di friendlist Facebook saya ada, maaf, blok!  Sepanjang karir di Facebook saya tak pernah blokir atau remove pertemanan. Tapi maaf, saya tak mau di friendlist saya ada binatang. Harap maklum...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The Convenient Marriage

Gambar nyomot di Goodreads Elizabeth, Charlotte dan Horatia adalah putri dari keluarga Winwood. Lizzy, si sulung terkenal sangat cantik. Cha...