8 Sep 2017

Hidup Tanpa TV

Saya malas punya tipi, atau lebih tegasnya malas nonton tipi. Detilnya lagi, saya malas nonton acara dan program hiburan di tipi, baik yang jenisnya beneran hiburan, ataupun yang sekedar mengatasnamakan hiburan. Alasan saya sebetulnya sedikit melankolis. Saya cemburu, kenapa mereka dianggap lucu dan menghibur, padahal menurut tak ada lucu dan menghiburnya sama sekali.

Tapi sebetulnya ada alasan berikut yang membuat saya ogah nonton tipi. Banyak artis dan para penampil tersebut yang saya duga sebagai agen dari suatu dan sekelompok kepentingan. Mereka 'yang cerdik' perannya adalah agen beneran. Mereka agen bayaran. Sedang mereka yang dungu, minim kemampuan dan tak ada pula nilai artistik dan estetiknya, tak lebih dari seorang yang diperankan sebagai agen. Mereka hanya diberi panggung dan dibayar, tanpa mereka ketahui sama sekali apa sebetulnya yang mereka tampilkan.

Itulah kenapa dalam list following Twitter saya sama sekali 'tak ada' akun pribadi artis, apalagi dari jenis yang dianggap pelawak. Artis memang ada, tapi yang saya yakini bersih dari suatu kepentingan. Dan sama sekali tak ada nama pelawak. Mereka tak cuma harus bersih dari kepentingan suatu kelompok, tapi juga mesti lucu berdasar standar yang saya terapkan.

Dalam mencipta karya-karya lucu saya memang mematok standar yang sangat tinggi. Terlalu tinggi mungkin. Saya paling anti terhadap lelucon mesum, menghina fisik seseorang, apalagi humor-humor dengan materi agama yang tanpa ilmu sehingga rawan menjadi penistaan agama. Standar ketinggian tersebut malah membuat saya sulit bergembira, padahal sejatinya karya humor bertujuan untuk menghibur.

Tapi baiknya, selain menantang saya untuk menciptakan karya yang lebih baik, saya juga jadi terbiasa hidup tanpa tipi. Bagi saya ini sangat biasa. Sampai usia 16 tahun saya masih berada di jaman kegelapan, tanpa listrik. Saya sudah biasa dan tak biasa nonton tipi. Maka bila sekarang saya jadi malas nonton tipi itu juga bukan suatu yang luarbiasa. Saya cuma butuh tipi untuk nonton bola dan Halo Selebriti belaka, hahaha...!

Related Posts

Hidup Tanpa TV
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.