Halaman

14 Des 2017

Fahri Hamzah Adalah Milik dan Hak Rakyat

Fahri Hamzah bukan politisi omong kosong. Dia seorang politisi yang visioner. Bertahun-tahun lantang sendirian berteriak menentang dan meminta KPK dibubarkan saja karena telah menjadi aparat kekuasaan. Dan hari ini terbukti nyata, 3 nama politisi elit PDIP yang sedang berkuasa, hilang dalam surat dakwaan sidang E-KTP dengan terdakwa Setya Novanto.

Sama sekali tak layak untuk meragukan integritas seorang Fahri Hamzah. Andai punya cacat secuil saja, dia pasti telah lama selesai. Konsepnya yang jelas soal pemberantasan korupsi pasti membuat geram para koruptor. Teriakannya menentang KPK membuatnya dibenci kita semua yang anti korupsi. Fahri Hamzah adalah 'musuh semua orang'. Siapa yang akan membelanya? Bahkan partainya sendiri memusuhinya? Hebatnya, sampai sekarang masih hidup saja ini orang. Kekuatan apalagi yang dimilikinya kalau bukan karena dirinya memang 'bersih dari kesalahan'?

Fahri jelas bukan sekedar politisi yang caper untuk sebuah kekuasaan. Dia bahkan sama sekali tak peduli citra, aset terpenting bagi seorang politisi. Sudah pasti ngawur tuduhan yang menudingnya ingin ditarik Golkar sebab selalu terkesan membela Papa. Fahri bukan kutu yang ingin pindah ke lain kepala.

Dan tak usah diragukan pula kecintaannya untuk PKS. Fahri sama sekali tak terlihat panik menjelang tahun-tahun politik begini. Dia pasti butuh partai, kendaraan untuk memperjuangkan aspirasinya. Andai mau, bisa saja dia membuat partai sendiri, dan sudah pasti sejarah politik PKS akan selesai. Dalam beberapa polling belakangan ini, dukungan netizen untuk PKS soal Fahri Hamzah bahkan di bawah 10%.

Keputusan pengadilan yang kembali menetapkan Fahri Hamzah sebagai anggota sah mestinya adalah moment yang pas untuk PKS berbenah. PKS wajib taat hukum dan kembali pada tujuan dasar sebagai partai dakwah. Kan jadi sebuah anomali partai dakwah malah membungkam orang yang bersuara?

Fahri Hamzah mestinya dirangkul, bukan dipukul. Dia mestinya dipeluk, bukan digebuk. Fahri Hamzah sedang onfire. Dia bukan saja milik PKS, tapi dia adalah milik dan hak rakyat. Kan jadi anomali, partai yang (mengaku) berkhitmad untuk rakyat malah mencampakkan milik rakyat? PKS tak bisa mungkir, koalisi PKS dan Gerindra untuk Pilpres 2019 seperti yang dikatakan Hidayat Nur Wahid mencukupi kuota usung Capres 20.18% kursi. Tapi jika koalisi tersebut minus 'kursi karya Fahri' (konon mencapai 3 dari NTB, mohon koreksi jika salah), jika saya tak salah hitung cuma 19.64%. Bisa usung Capres?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The Convenient Marriage

Gambar nyomot di Goodreads Elizabeth, Charlotte dan Horatia adalah putri dari keluarga Winwood. Lizzy, si sulung terkenal sangat cantik. Cha...