6 Jan 2018

Calon Artis Yang Merakyat

Bila memang bertekad melanjutkan 2 periode, saya punya saran-saran bagi Jokowi. Pertama berilah arahan kerja dan koordinasi yang jelas dengan para pejabat bawahannya. Jangan biarkan mereka berkerja sendirian, sebab banyak sekali diantara mereka yang sama sekali tak punya kemampuan memberi solusi. Beras mahal suruh diet, cabe mahal suruh tanam sendiri, listrik mahal cabut meteran. Bahkan ada menteri yang saking frustasinya tak mampu beri solusi minta rakyat tawakkal saja.

"...soal ekonomi, kita serahkan saja pada Tuhan", katanya.

Yang lebih parahnya lagi, ada pula pejabat yang tak mengerti dia itu bekerja di bagian apa. Masa' Kepala Badan Cyber tak mengerti defenisi hoax? Duhh...

Berikutnya, bentuklah tim komunikasi untuk presiden dan para menteri, sehingga statement2 konyol dan potensial bully seperti wisata bencana atau hoax membangun tersebut bisa dinihilkan.

Selanjutnya lagi, Jokowi juga mesti ganti para pembisik dan konsultan politiknya, sebab sikap politik Jokowi selama ini sangat kontra produktif dan makin merontokkan elektabilitasnya. Didatangi rakyat saat Aksi Bela Islam 411, Jokowi kabur. Sebaliknya, tak ditanggap di Aksi Bela Islam berikutnya, 212 Jokowi malah datang. Yaa terang saja dicuekin dan jadi bulan-bulanan bully. Ulama yang mestinya didatangi malah dikriminalisasi, sementara penista agama justru di lindungi. Saat muslim Rohingya minta dukungan, pemerintah malah memilih abstain. Saat Palestina minta pengakuan atas Jerussalem, pemerintah malah sempat lontarkan wacana 2 states solution. Ini kan seperti menantang umat bahwa Jokowi tak butuh suara mereka di Pilpres mendatang?

Terakhir, tampilkan ide-ide kebangsaan yang besar dan mencerdaskan. Saat Rizal Ramli, Yusril Ihza Mahendra atau Mahfud MD bicara, rakyat akan berdebat soal ekonomi, reklamasi, konstitusi dan perundang-undangan. Atau saat Fahri Hamzah bicara, rakyat akan bertengkar pikiran soal penegakan hukum atau pemberantasan korupsi. Ini sangat mencerdaskan.

Sebaliknya, perdebatan ilmiah apa yang akan dihasilkan dari narasi sendal jepit, kaos oblong atau Jokowi yang sakit perut karena makan pecelnya kepedasan? Narasi-narasi tersebut bukan saja membodohi rakyat, tapi juga buat repot tim media politiknya sendiri. Detik, Kompas, CNN atau MetroTV akan sibuk menghapus berita-berita lama yang tegas bertentangan dengan narasi-narasi terbarunya tersebut. Percayalah rakyat sudah pintar. Jika kesederhanaan atau kedekatan dengan rakyat yang hendak ditawarkan, saya sendiri bersedia masuk got. Saya juga bersedia melompati pagar walau pintu gerbangnya tak dikunci dan sejenisnya. Jika karena dekat rakyat bisa jadi presiden, Jokowi harus waspada. Saya sendiri adalah calon artis yang sangat merakyat. Saya sering mengantar sendiri ke rumah pembeli buku saya. Bahkan tak jarang saya sendiri yang minta poto bareng dengan mereka. Kurang merakyat apalagi saya? Hahaha...!

*Ngigau...

Related Posts

Calon Artis Yang Merakyat
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.