29 Jan 2018

Demi Kebenaran, Bukan Demi Persatuan

Allah SWT melarang kita mendatangi dukun. Berharap peruntungan dunia soal harta, wanita atau jabatan pada dukun itu dosa sirik dengan peluang amnesti nol persen. Semua umat Islam sangat mengerti hal-hal yang beginian.

Tapi apakah menyerahkan nasib rumah pada tukang bangunan, motor atau mobil pada montir atau mekanik atau pasrahkan gaji dan promosi pada boss tidak terhitung sirik? Apa bedanya? Sama-sama berharap persoalan duniawi, kan? Jika kamu yang membaca juga seperti saya yang tidak tahu, berarti bukan cuma saya yang tidak tahu, hahaha...!

'Narasi-narasi baru' seperti ini yang mestinya disampaikan ulama pada setiap ceramahnya. Ulama artinya orang berilmu. Sampaikan ilmunya, pengetahuan yang belum diketahui orang lain, bukan sekedar informasikan apa yang telah diketahui umat. Dakwah bagi muslim yang bathil tentu saja lebih berarti ketimbang menceramahi warga mesjid yang jelas telah Islami.

Ini soal yang tidak remeh. Umar bin Khattab, demi menyelamatkan aqidah umat berani mempertaruhkan nasib perjuangan Islam dengan memecat Khalid bin Walid sebagai panglima perang. Padahal Nabi Muhammad SAW telah menyampaikan bahwa Khalid adalah Pedang Allah yang takkan pernah kalah dalam perang.

Inilah jaman fitnah sesungguhnya. Kita umat Islam dibuat ribut dan sibuk persoalan amaliyah, sampai lupa menyelamatkan aqidah. Ulama 'digiring' berteriak persatuan Islam, padahal tugas mereka adalah menyampaikan kebenaran Islam. Itulah salah satu faktor kebingungan yang membuat umat selalu bertengkar, sebab yang hak dan bathil itu takkan pernah bisa disatukan. Ulama mesti tegas menjelaskan mana yang sahih mana yang dhaif. Tak ada gunanya menasehati orang munafik.

Mereka tuli, bisu, buta. Mereka takkan pernah kembali (pada kebenaran) ~ Al-Baqarah 18.

Nah, kalau dinasehati saja tidak bisa, kenapa malah diajak bersatu? Apa gunanya mengajak mereka bersatu? Abdullah bin Ubay, bapak kaum munafik aja menolak ikut berperang. Padahal itu di jaman Rasulullah sendiri. Apalagi di era Dajjal begini. Dengan sedikit fitnah saja, umat bakal kegilangan ghirah.

Saya tak pernah takut mengecam ulama yang nyata-nyata sesat seperti Aqil Siraij dan lain-lain beserta para pengikutnya. Mengajak mereka bersatu takkan pernah membuat Islam menjadi kuat. Malah merekalah yang akan melemahkan Islam. Lihat saja, siapa sekarang yang suka membubarkan pengajian bahkan menyerang dan mempermalukan ulama?

Tak perlu takut bersikap beda.

"Islam datang dianggap asing, dan akan kembali dalam keadaan asing. Maka beruntunglah mereka yang dianggap asing.

Siapakah orang-orang yang dianggap asing itu yaa, Rasulullah?

Yaitu orang-orang yang memperbaiki sunnahku yang dirusak manusia.

HR. Muslim.

Related Posts

Demi Kebenaran, Bukan Demi Persatuan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.