19 Jan 2018

Misalnya Soal Ulang Tahun

Tak perlu yang berat-berat, soal boleh tidaknya ulangtahun saja saya belum temukan narasi yang kuat dari para ulama. Itulah kenapa sampai saat ini saya masih selalu memberi ucapan selamat ulangtahun pada teman atau kerabat. Yang dilarang apanya, mengucapkan selamat atau merayakannya?

Jika ucapan selamat juga termasuk yang dilarang, bagaimana dengan ucapan selamat atas suatu prestasi atau suatu kesuksesan seseorang misalnya? Jika perayaannya yang dilarang, bagaimana dengan traktiran dari teman yang baru saja meraih suatu keberhasilan? Juga tidak boleh?

Karena ada ritual yang berpotensi sirik? Misal berdoa dihadapan lilin? Berarti jika prosesi tersebut ditiadakan boleh, donk?

Dalil umum yang biasa disampaikan adalah meniru suatu kaum termasuk bagian dari kaum tersebut. Dalilnya tentu saja sahih dan kuat. Tapi konteksnya belum tentu tepat. Kaum Syiah biasa memanggil para pemuka agamanya dengan sebutan Imam. Imam Ali, Imam Hasan atau Imam Husein. Kita sendiri umat Islam juga membuat panggilan yang serupa terhadap Imam Syafi'i, Imam Maliki, Imam Hambali dan sebagainya. Apakah kita juga termasuk golongan Kaum Syiah?

Itu baru sekedar soal ulangtahun. Bagaimana dengan persoalan lainnya? Dalam ceramah agama selalu diingatkan bahwa syirik itu dosa tanpa ampunan. Seluruh umat Islam pasti telah paham. Sayangnya, contoh-contoh prilaku syirik yang disampaikan ulama selalu seputaran dukun, penglaris, pesugihan dan sejenisnya. Rasanya belum ada ceramah ulama yang mengingatkan betapa bahayanya minum air zam-zam sambil berharap enteng jodoh, otak encer, rejeki lancar. Jarang sekali kita dengar bahwa berdoa di hadapan bintang jatuh, berharap di depan poto-poto provokatif agar bisa pergi haji ke Mekah atau masuk surga dengan klik LIKE atau menulis AAMIIN di kolom komentar. Bukankah itu semua perbuatan syirik? Fakta betapa eksisnya akun-akun pengemis LIKE dan AAMIIN tersebut adalah bukti betapa miskinnya narasi dakwah diterima umat.

"Iyya kana' budu, wa iyya kanasta'in.
Ihdinasshirotal mustaqim.
Shirotalladzina an'amtu 'alaihim, ghoiril maghdubi 'alaihim, waladdhollim" ~ Al-Fatihah ayat 5-7.

Hanya kepadaMU kami menyembah, dan hanya kepadaMU kami minta pertolongan.
Tunjukilah kami jalan yang lurus.
Yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka, bukan jalan mereka yang Engkau murkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat.
Aamiin....!

Related Posts

Misalnya Soal Ulang Tahun
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.