Halaman

1 Feb 2018

Puisi Tantangan

Di TL Facebook saya nongol postingan tantangan menulis puisi selama 7 hari berturut-turut dari seorang penulis. Temanya mesti tentang cinta, rindu atau kenangan tapi tanpa menyertakan ketiga kata tersebut. Saya baru membacanya, ternyata telah memasuki hari ke-4. Dulu jaman sekolah saya ahlinya buat pantun lucu nan memorable. Sampai hampir 20 sekarang, jika guru bahasa Indonesia saya ditanyai, saya yakin dia masih hapal bunyi, setidaknya 1 bait dari pantun legendaris saya itu, hehehe...!

Tapi itu kan pantun. Cuma buat lucu-lucuan pula. Saya mau coba ahh, tes nulis puisi. Instan nih...!

Ohh, Kau!
Mari kita pergi!
Kau dari situ, aku dari sini.
Terserahlah mau kemana,
asal yang kita tuju sama.

Ayoo, jangan berhenti!
Majulah!
Masa depan itu di sini,
bukan di situ.
Capek? Kok menyerah?
Kok jadi lemah begini sih?
Duhh...

Ehh... ehh... mau kemana?
Kok pulang?
Maju itu ke depan,
bukan ke belakang.
Itu mundur namanya.
Gitu aja kok ga paham sih?

Ohh, gitu!
Oke lah!
Aku tunggu ya!
Tapi jangan lama-lama!
Nunggu kelamaan itu capek juga,
tau?

Dah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The Convenient Marriage

Gambar nyomot di Goodreads Elizabeth, Charlotte dan Horatia adalah putri dari keluarga Winwood. Lizzy, si sulung terkenal sangat cantik. Cha...