17 Jul 2018

Selamat Menempuh Hidup Baru, Bung Mantap!

Hari ini saya terkenang 2 minggu yang lalu, acara Ngopi Bareng Fahri Hamzah Jilid 21 di Padang. Salah satu dari sekian sesi yang unik karena dibuka dengan mengheningkan cipta dengan instrumen lagu gugur bunga (?) Baru setelah itu dilanjut dengan lagu Indonesia Raya.

Acara ini memang sudah lama saya tunggu-tunggu. Tak seluruhnya saya sepakat dengan opini-opini beliau, tapi saya memang ingin langsung merasakan semangat kebangsaannya. Aura dan semangat positif, sebagaimana halnya yang saya rasakan kala menonton konser seorang legenda seperti Iwan Fals, walau dia bukanlah penyanyi favorit saya. Saya ingin ketularan semangat positif dari seorang Fahri Hamzah, itu saja.

Salah benar opininya abaikan saja. Yang pasti saya sama sekali tak meragukan integritasnya. Anti mainstream. Politisi yang sepertinya sama sekali tak butuh imej dan citra positif. Sendirian dia menyuarakan pembubaran KPK. Itu suara yang pasti memprovokasi semua yang anti korup untuk mem-bully-nya. Andai cacat secuil saja pasti sudah lama orang ini selesai. Siapa yang akan membelanya? Bahkan partainya saja memusuhinya?

Seorang yang begitu teguh dalam prinsip dan cita-citanya. Bukan politisi yang agresif bermanuver demi kekuasaan.

"Bagaimana bisa berjuang untuk orang lain, bila pada cita-cita dan idealisme sendiri tidak setia", begitu kurang lebih tanggapannya saat diusulkan netijen bergabung dengan PBB-nya Yusril Ihza Mahendra.

Fahri Hamzah, satu-satunya (menurut saya) politisi yang mengerti apa itu lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Paham batas tugas kepartaian dan jabatan publik. Tipe pemimpin yang berani mengambil keputusan. Sebagai pribadi dia menolak PT 20%. Tapi sebagai Ketua DPR, beliau berani ketuk palu menerima dan memutuskannya, walau dengan resiko bully bahkan dari para pendukungnya sendiri. Bayangkan saat itu jika turut egonya pribadi. Sidang akan deadlock, dan Presiden sangat mungkin akan mengeluarkan PERPPU Pemilu yang mungkin saja jauh dari prinsip-prinsip demokrasi. Cuma pemimpin dan negarawan sejati yang berani ambil sikap seperti ini.

Acara ngopi bareng ini menunjukkan peran nyatanya sebagai public educator.

"Berapa APBN Kota Padang"?, suatu pertanyaan pembuka yang mengagetkan peserta ngopi.

Fahri mengajarkan kita melek politik dan Indonesia. Maka kemudian di setiap orasinya kita akan berdebat soal penegakan hukum, bertengkar pikir soal pemberantasan korupsi dan sebagainya. Bandingkan, perdebatan seperti apa kiranya yang akan dilahirkan dari narasi dan pertanyaan 'sebutkan nama-nama ikan' ala Jokowi?

Ngopi Bareng Fahri adalah bukti betapa tulusnya seorang Fahri berbuat demi bangsa. Tulus demi bangsa, demi apalagi? Hari ini adalah batas akhir pendaftaran Bacaleg untuk Pileg 2019, dan tak satupun partai yang mendaftarkan Fahri sebagai calonnya. Artinya, periode yang akan datang Indonesia dipaksa kehilangan seorang politisi terbaiknya😢

Selamat Menempuh Hidup Baru, Bung Mantap✊
Mengheningkan cipta, mulai😢









Related Posts

Selamat Menempuh Hidup Baru, Bung Mantap!
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.