6 Sep 2018

Rekreasi Hati and Friends

Banyak sekali memang romantikanya punya karya pribadi, termasuk bagi penulis seperti saya ini. Ada teman yang beli. Alhamdulillah, mereka menghargai karya saya. Tak sekedar menghargai, mereka mengapresiasinya juga. Beberapa orang malah ada yang membayar sampai 2 kali lipat dari harga yang saya berikan. 

Tak banyak memang teman (dekat) yang beli Rekreasi Hati. Tak masalah. Tanpa maksud justifikasi, rata-rata mereka bukan golongan pembaca buku, apalagi maniak beli buku. Tapi yang mengharukan ada juga diantaranya yang tetap membeli, walaupun sekedar untuk dikoleksi, bukan untuk dibaca. Rekreasi Hati dijadikan sebagai perekat, bahwa dengan ini kami adalah sahabat. Alhamdulillah!

Ada pula yang minta gratis, alhamdulillah, mereka menganggap saya seperti sahabat, saudara atau kerabat sendiri. Tak ada yang perlu dipersoalkan. Mereka menganggap saya sahabat. Itu harus diapresiasi. Mereka layak diber gratis, tis.

Tapi yang aneh dan menyebalkan itu memang sahabat atau saudara yang minta gratis tanpa mengerti saya ini membuat buku ini pakai pikiran, tenaga dan ongkos pribadi. Minta gratis sekedar untuk dikoleksi. Dibaca saja tidak, apalagi dibantu promosi. Karya yang saya buat dengan segala drama dan romantikanya itu dianggap sebagai prasasti sejarah saja. Bahwa jika kelak Siraul Nan Ebat itu beneran terkenal, saya adalah sahabat dan saudara dekatnya. Saya punya buku-bukunya, dikasih gratis begitu saja. Ehh, itu beneran teman? Beneran saudara?

"Mantap, Kawan! Kirimlah satu, nanti aku bantu promosikan!"

Saya kenal teman ini. Tapi saya belum pernah tahu apakah dia artis, selebritis atau tokoh berpengaruh. PeDe sekali, sampai saya malah ragu memberinya gratis. Benar-benar sangat berpengaruhkah teman ini?

Itulah kenapa saya lebih suka memberi gratis pada 'orang asing'. Teman dunia sosmed yang terhadapnya masing-masing kami tidak saling kenal. Mereka biasanya justru lebih militan dongkrak karya-karya saya.

Yang terakhir dan tak kalah menyebalkannya adalah teman yang memang atas beberapa hal layak diberi gratis. Saat minta dia bilang, "Bang, buatku mana?"

Dan setelah diberi dia bilang, "Makasih yaa, Oom!"

😈😈😈




Related Posts

Rekreasi Hati and Friends
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.