Halaman

30 Jan 2019

Udang Yang Marah

Di Twitter tadi malam ada 2 berita yang cukup menarik perhatian saya. Ketika mengetik tanda pagar dan huruf 'S', dua hestek yang muncul di peringkat paling atas adalah 'Save Rocky Gerung', disusul 'Save Udang'. Keduanya masuk list trending topic. 

Saya tertarik pada dua objek utamanya, Rocky Gerung dan Udang. Pertama Rocky Gerung, yang saat ini bagi sebagian orang dianggap sebagai ikon akal sehat. Sebagai liberalis beliau mampu menerjemahkan dengan baik apa itu kebebasan. Bukan seperti kaum yang mengklaim liberal, tapi melarang yang lain mendengar pengajian. Rocky Gerung adalah 'deklarator' Monas sebagai Monumen Akal Sehat.

Berikutnya udang, yang selama ini kita sepakati sebagai ikon kedunguan. Udang itu dungu. Dia sedang marah. Dan begitulah memang kalau si dungu marah. 

"Yang waras ngalah," kata stiker angkot. 

Tapi yang dimarah rupanya tak waras. Bukannya mengalah, malah membesar-besarkannya. Semua orang diberitahu, bahwa dia sedang dimarahi si dungu. Sampai pendarahan segala, walau memang tak sampai benjol-benjol macam bakpau. 

Bagi saya ini sangat menyentil situasi yang sedang kita hadapi hari-hari ini. Perang akal sehat melawan kedunguan. Rocky Gerung sebagai pejuang akal sehat sedang dihadapkan pada sebuah delik yang membangkitkan nalar publik. 

Di saat bersamaan ada seekor udang yang sedang marah. Sangat menggelikan dan menggelitik. Sebab bagaimanapun, walau udang, dia masih punya otak. Tapi walau punya otak, tetap saja namanya otak udang. Karena otak udang, makan marahnya pun pada otak kosong. Sebab hanya otak kosong yang membesar-besarkan kemarahan seekor udang. 

Jadi saya ingin bertanya, diantara mereka semua itu, siapa yang paling ingin anda selamatkan? Ga usah jawab, kasih kisi-kisinya aja! 

***

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The Convenient Marriage

Gambar nyomot di Goodreads Elizabeth, Charlotte dan Horatia adalah putri dari keluarga Winwood. Lizzy, si sulung terkenal sangat cantik. Cha...