12 Feb 2019

ILC : Potret Hukum Indonesia

ILC : Potret Hukum Indonesia

Begini, Bang Karni! 

Nyata atau tidaknya intervensi politik terhadap hukum kita tidak tahu. Tapi melihat prakteknya, kita melihat betapa kacaunya logika hukum akhir-akhir ini. Suka atau tidak, terima atau tidak kita bisa melihat dan merasakannya. Dan wajar saja bila ada, malah banyak dugaan bahwa hukum kita telah diintervensi kepentingan politik. 

Sulit menolak persepsi publik bahwa hukum ikut berpolitik. Celakanya, media justru ikut-ikutan pula. Bukannya mengontrol dan mengawal proses hukum, tak jarang malah media sendiri yang menjadi hakimnya. 

Kita bisa melihat misalnya ketika politisi dari oposisi tersandung perkara, tanpa tedeng aling-aling media sebut nama lengkap dan partai asalnya. Bila perlu lengkap dengan segala 'kisah kelam masa silam' dan persoalan pribadi rumah tangganya. 

Sebaliknya bila hal yang terjadi pada pihak pemerintah. Media mati-matian membelokkan opini, bila itu terkait pihak pro pemerintah. Kepada pihak yang bersuara membela misalnya akan disematkan cap: pakar hukum. 

Publik dipaksa menerima logika hukum yang jungkir balik. Perkara Ahmad Dhani misalnya, langsung diproses tanpa banyak urusan administrasi yang rumit. Atas perkara yang mirip, laporan penghinaan terhadap Alumni 212 yang dilakukan Ebenezer, pendukung pemerintah ditolak. 

Polisi menerapkan standar ganda. Polisi minta surat kuasa dari Presidium 212. Apakah polisi juga minta surat kuasa pendukung penista agama pada laporan kasus Ahmad Dhani. Menarik juga itu untuk kita ketahui, siapa yang menandatanganinya. 

Seorang Jack yang entah siapa, begitu melaporkan seseorang langsung diproses. Sebaliknya, laporan-laporan seorang Wakil Ketua DPR seperti Fadli Zon, tak satupun yang ditindaklanjuti. Clue yang ditangkap publik adalah, yang satu pendukung, sedang seorang lagi oposisi pemerintah. 

Dan logika hukum yang jungkir balik tersebut terus berulang. Saya ingin membuat simulasi logika hukum polisi dalam menegakkan hukum. Jika logikanya seperti yang terjadi dengan kasus chat Habib Rizieq, siapa yang akan ditangkap polisi bila kejadiannya seperti di bawah ini? 

Saya membuat cerita mesum dengan istri Kapolri dalam laptop pribadi. Cerita tersebut diupload teman saya ke Facebook. Nah, siapa yang akan ditangkap polisi? 

A. Saya
B. Teman saya
C. Istri Kapolri

Dah, segitu aja Bang Karni! 

"Jangan banyak bicara tak penting, apalagi ngomong ayam ... ayam ... ehh, ayam," kata fans buku Rekreasi Hati. 

Kita rehat sejenak! 

***